BEDAH KASUS

Jumat, 20 Maret 2026

Di Hari Kemenangan Idul Fitri, 49 Warga Binaan Rutan Ambon Mendapatkan Remisi Khusus


Bedah Kasus My.Id| Ambon 

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sebanyak 49 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menerima Remisi Khusus sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik selama menjalani masa pidana. Pemberian remisi ini menjadi salah satu wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan hak-hak warga binaan. 


Remisi Khusus Idulfitri diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku. Di antaranya adalah telah menunjukkan sikap berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta telah menjalani masa pidana dalam kurun waktu tertentu. Hal ini menjadikan remisi tidak hanya sebagai bentuk pengurangan masa hukuman, tetapi juga sebagai indikator keberhasilan proses pembinaan di dalam Rutan.


Momentum Idul Fitri yang identik dengan hari kemenangan, pengampunan, dan kembali kepada fitrah, memberikan makna tersendiri bagi warga binaan yang menerima remisi. Pengurangan masa pidana ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.


Plt. Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy diselah-selah pemberian remisi itu, Sabtu (3/21/2026) menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan hak warga binaan yang diberikan secara selektif dan terukur. 


Ia menegaskan bahwa proses pemberian remisi telah melalui tahapan verifikasi yang ketat sesuai dengan regulasi yang berlaku.


“Remisi ini bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk apresiasi atas perubahan sikap dan perilaku warga binaan selama menjalani pembinaan. Kami berharap hal ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus menunjukkan perilaku positif,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Rido Sehertian, menjelaskan bahwa seluruh proses pengusulan hingga penetapan remisi dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur yang berlaku. Ia memastikan bahwa setiap warga binaan yang menerima remisi telah melalui proses penilaian yang objektif.


“Pemberian Remisi Khusus Idulfitri ini telah melalui tahapan administrasi dan verifikasi yang cermat. Kami memastikan bahwa seluruh warga binaan yang mendapatkan remisi benar-benar memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.


Ia juga menambahkan bahwa remisi diharapkan dapat menjadi dorongan moral bagi warga binaan lainnya untuk terus berperilaku baik dan aktif dalam setiap program pembinaan yang diselenggarakan di dalam rutan.


Lebih lanjut, momentum Hari Raya Idulfitri diharapkan dapat menjadi sarana refleksi diri bagi warga binaan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu dan menata masa depan yang lebih baik. Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Idulfitri diharapkan mampu memperkuat tekad warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.


Pemberian Remisi Khusus Idulfitri ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berkelanjutan, di mana warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga dibekali dengan pembinaan mental, spiritual, dan keterampilan.


Dengan demikian, ketika kembali ke masyarakat, mereka diharapkan dapat beradaptasi dan berkontribusi secara positif.



Dengan adanya pemberian remisi ini, Rutan Ambon berharap seluruh warga binaan dapat terus termotivasi untuk menjaga perilaku, menaati peraturan, serta mengikuti setiap program pembinaan yang diberikan. Momentum Hari Kemenangan ini pun diharapkan membawa harapan baru bagi warga binaan dalam menatap masa depan yang lebih baik. (C)÷•÷

Lautan Jamaah Penuhi Lapangan, Hampir Seribu Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung Gelar Salat Idul Fitri Berjamaah


Bedah Kasus My.Id| Bandar Lampung 

Gemuruh takbir yang mengagungkan kebesaran Sang Pencipta menyambut fajar kemenangan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung pada Sabtu, 21 Maret. Pemandangan luar biasa terlihat jelas saat hampir seribu warga binaan bergerak tertib memadati lapangan apel utama guna melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri berjamaah dalam suasana yang sangat khidmat dan penuh rasa syukur.


Lautan jamaah di balik jeruji tersebut berbaris rapi membentuk saf demi saf rapat namun tetap teratur. Momen sakral ini tidak hanya diikuti oleh para warga binaan, tetapi juga dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, beserta seluruh jajaran pejabat struktural dan staf yang sedang bertugas. Kebersamaan dalam sujud yang sama ini menjadi simbol kuat bahwa hari raya adalah momen penyucian diri bagi seluruh insan tanpa memandang status.


Pelaksanaan salat di lapangan terbuka ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi seluruh jamaah. Sinar matahari pagi yang hangat seolah mengiringi doa doa tulus yang dipanjatkan oleh para warga binaan di tengah hari kemenangan. Suasana religius yang sangat kental ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang gerak fisik di balik tembok institusi sama sekali tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih kemerdekaan spiritual.


"Melihat seluruh saudara kita berkumpul dengan penuh ketertiban dan kekhusyukan di lapangan pagi ini adalah sebuah pemandangan yang sangat menyentuh hati. Ini adalah kemenangan bagi kita semua yang telah berhasil menuntaskan perjuangan di bulan suci Ramadhan. Saya berharap semangat suci Idul Fitri ini terus tertanam dalam jiwa setiap warga binaan agar mereka benar benar terlahir kembali menjadi pribadi yang jauh lebih bertakwa dan bermanfaat bagi sesama," tutur Ike Rahmawati dengan penuh keharuan setelah rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.


Usai pelaksanaan salat dan khotbah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersalam salaman antara jajaran petugas dengan para warga binaan sebagai wujud saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Kelancaran jalannya ibadah kolosal ini juga didukung oleh pengamanan ketat namun tetap humanis dari seluruh personel, memastikan hari raya Idul Fitri di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan damai.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #IdulFitri1447H #SalatIedLapas #HariKemenangan #PembinaanKerohanian #BandarLampung

Satgas PHK Provinsi Riau Resmi Dikukuhkan oleh Kapolri, salah satu yang Dikukuhkan adalah Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung


Bedah Kasus My.Id| Pekanbaru: 

Pengukuhan Satgas PHK Provinsi Riau, salah satu Satgas yang dikukuhkan adalah Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung dan yang menjadi Ketua Satgas PHK Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi. Jumat (18/3/2026)


Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang didampingi oleh Ibu Titik Soeharto, Wamen Hut, Kabaintelkam Polri, Komjen. Syahardiantono, Dankor. Brimob. Komjen. Pol. Ramdhani, Kadivhumas. Polri. Irjen. Johnny Eddizon Isir.


Dari pantauan awak media, Pemakaian baju Satgas. PKH. oleh Ibu Titik Soeharto langsung kepada Nursal Tanjung,  disaksikan oleh Kapolda Riau Irjen. Pol. Herry Heryawan, serta para tamu undangan yang hadir.

 

Kepada awak media, Nursal Tanjung, menerangkan bahwa dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolri serta kepada para tamu undangan yang hadir, yang mana telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengabdi kepada Negara Indonesia.


"Seragam ini akan kami saat melakukan tindakan represif dan persuasif, seperti: Pemasangan plang peringatan larangan pengelolaan lahan di TNTN, Pemusnahan kebun sawit ilegal di kawasan hutan konservasi, dan penyerahan lahan sitaan kepada negara", ujar Nursal Tanjung 


Lanjutnya, Satgas ini merupakan tim gabungan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025, yang dipimpin oleh Kejaksaan Agung (Jampidsus) dan melibatkan unsur Polda Riau serta Dinas Kehutanan. 


Dengan dikukuhkannya Kami sebagai Satgas PHK, maka kami akan aktif di lapangan untuk melakukan pemulihan fungsi hutan di Provinsi Riau, kata Nursal Tanjung 


Selain itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Provinsi Riau aktif melakukan penertiban, terutama di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), dan melakukan tindakan terhadap perusahaan sawit ilegal di Riau. Tutup Nursal Tanjung

Siasat Licin Mafia BBM Simpang Granit: Isak Nainggolan Pindahkan Gudang ke Krampal, Kapolres Inhu Diduga Tutup Mata karena "Atensi"


Bedah Kasus My.Id| RENGAT, INDRAGIRI HULU 

Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Simpang Granit, Kecamatan Batang Gansal, kian mengkhawatirkan. Pengusaha berinisial Isak Nainggolan (IN), yang diduga kuat sebagai otak di balik jaringan ini, kini dilaporkan mulai mengubah taktik dengan memindahkan lokasi penimbunan (buang minyak) guna menghindari sorotan publik, meskipun hukum di tingkat lokal tetap bergeming.


Gudang Baru di Krampal dan Belakang Rumah

Berdasarkan informasi terbaru dari masyarakat dan hasil investigasi di lapangan, Isak Nainggolan kini memecah lokasi pembuangan BBM ilegalnya. Selain gudang utama yang selama ini beroperasi, aliran minyak subsidi dari SPBU Simpang Granit kini diduga kuat dilarikan ke gudang di kawasan Krampal serta gudang tersembunyi yang berada tepat di belakang kediaman pribadinya.


"Mereka sekarang makin berani. Minyak dari SPBU langsung dibuang ke gudang Krampal dan ada juga yang masuk ke gudang belakang rumah Nainggolan. Ini jelas taktik untuk mengelabui jika ada pemeriksaan, tapi anehnya Polsek dan Polres tetap diam," ungkap warga setempat kepada awak media, Jumat (20/03/2026).


Dugaan "Setoran" ke Kapolres dan Premanisme SPBU

Mandeknya tindakan tegas dari aparat penegak hukum di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu) memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Muncul tudingan serius bahwa Isak Nainggolan telah memberikan "atensi" atau setoran rutin kepada pihak Kapolres Inhu dan Polsek Batang Gansal.


Dugaan gratifikasi ini disinyalir menjadi alasan mengapa armada operasional sebanyak 10 unit mobil pelangsir milik kelompok Nainggolan bebas keluar masuk SPBU setiap harinya tanpa hambatan. Mirisnya, masyarakat kecil yang ingin mengisi BBM justru sering mendapatkan intimidasi hingga terjadi perkelahian fisik dengan anak buah Nainggolan yang merasa menguasai SPBU Simpang Granit.


Masyarakat Riau Mengadu ke Kapolda dan Mabes Polri

"Kami sudah tidak percaya dengan penanganan di tingkat Polres Inhu. Setiap hari 10 ton minyak subsidi dirampok oleh mafia ini. Kami memohon kepada Bapak Kapolda Riau untuk segera turun tangan. Gerebek gudang di Krampal dan gudang di belakang rumah Nainggolan sebelum minyak itu hilang dijual ke industri," tegas seorang perwakilan warga Riau dengan nada geram.


Warga mendesak pihak berwenang untuk:


1. Gerebek Serentak: Melakukan penggeledahan di gudang Krampal dan gudang belakang rumah Isak Nainggolan.


2. Sita 10 Unit Armada: Menahan seluruh mobil operasional yang digunakan untuk melangsir minyak secara ilegal.


3. Audit SPBU Simpang Granit: Meminta BPH Migas mencabut izin SPBU No. 14.293.642 yang secara terang-terangan melayani mafia.


4. Periksa Kapolres Inhu: Meminta Divisi Propam Polri memeriksa dugaan aliran dana dari Isak Nainggolan kepada pimpinan kepolisian setempat.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Inhu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum maupun laporan perpindahan gudang ilegal tersebut.

Tim Redaksi: Basmi Nusantara

Tutup Puasa Terakhir dengan Syahdu, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung Berlatih Marawis Bersama Syubbanul Musthofa


Bedah Kasus My Id| Bandar Lampung 

Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan pada Jumat, 20 Maret, suasana religius di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung justru semakin terasa kental. Memanfaatkan momen hari puasa terakhir, para warga binaan mengisi waktu dengan kegiatan yang menyejukkan hati, yakni berlatih kesenian marawis dan tabuhan rebana. Latihan yang penuh kekhusyukan ini terasa semakin istimewa karena didampingi dan dibimbing langsung oleh kelompok Syubbanul Musthofa binaan Habib Kamal dari Bandar Lampung.


Gema selawat yang diiringi ritme tabuhan rebana menggema dengan syahdu di dalam lingkungan pembinaan. Kehadiran kelompok Syubbanul Musthofa memberikan warna tersendiri dan sukses memacu antusiasme warga binaan untuk memperdalam teknik memukul rebana sekaligus melantunkan puji pujian kepada Sang Pencipta. Kegiatan kesenian Islami ini menjadi wujud nyata dari upaya pembinaan kerohanian yang terstruktur dan senantiasa berkesinambungan di dalam institusi.


Melihat tingginya semangat warga binaan di penghujung bulan puasa, Kepala Bidang Pembinaan, Gatot Suariyoko, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, perpaduan antara pendekatan spiritualitas dan ekspresi kesenian ini merupakan salah satu metode pembinaan karakter yang sangat positif dan efektif.


"Melalui nada dan lantunan selawat yang digemakan hari ini, kami berharap ketenangan batin mereka semakin terjaga dengan baik untuk menyambut datangnya perayaan hari kemenangan esok hari," tutur Gatot Suariyoko memberikan penjelasan di sela sela kegiatan.


Melalui fasilitas pembinaan kesenian marawis ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung tidak sekadar memberikan ruang untuk berekspresi, tetapi juga menanamkan nilai nilai spiritualitas yang kokoh. Diharapkan, harmoni nada rebana yang tercipta dapat menjadi bekal rohani yang positif bagi para warga binaan saat kelak kembali merajut kehidupan di tengah tengah masyarakat.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #PembinaanKerohanian #MarawisLapas #SyubbanulMusthofa #SeniIslami #BandarLampung

Heboh Pekanbaru: Frans Gultom bos mafia BBM SOLAR bersubsidi ,Oknum TNI, Polisi, dan Wartawan Diduga Terima “Uang Bulanan” untuk Tutup Mata Penimbunan BBM Subsidi!


Bedah Kasus My.Id| Pekanbaru, 19 Maret 2026  

Warga Pekanbaru kembali heboh menyoroti praktik penimbunan BBM subsidi jenis solar di Jalan Melati, Kecamatan Bina Widya. Dugaan tidak main-main: oknum TNI, polisi, bahkan wartawan diduga terima uang bulanan untuk menutup mata dan meredam pihak yang ingin menindak!

Pantauan warga menunjukkan mobil tangki biru-putih keluar masuk gudang hampir setiap hari, diduga menyalurkan BBM subsidi ke pihak yang tidak berhak. Namun yang lebih memprihatinkan, oknum aparat dan wartawan nakal disebut sengaja membiarkan praktik ini berjalan, karena ada “kompensasi” bulanan untuk fungsi mereka masing-masing:

Oknum TNI – diduga menahan jajaran yang jujur agar tidak turun ke gudang.

Oknum Polisi – disebut menerima sogokan untuk meredam penyelidikan dan menghalangi penindakan.

Oknum Wartawan – membuat berita tandingan, menutupi sorotan publik, sekaligus menerima uang bulanan agar berita negatif tidak viral.

Tak hanya itu, beberapa SPBU di Pekanbaru ikut terseret dugaan praktik ilegal ini. Dari pengawas hingga manajemen, diduga membantu mengalihkan BBM subsidi ke pihak yang tidak berhak, mendapat keuntungan rutin.

Seorang warga geram:

“Ini sudah terang-terangan! Aparat yang seharusnya mengawasi malah diam. Semua orang bisa lihat, tapi semua seolah tutup mata!”

BBM subsidi adalah komoditas strategis negara. Setiap penyalahgunaan jelas merugikan negara dan masyarakat kecil yang berhak menerima.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun aparat penegak hukum. Publik menuntut penyelidikan tuntas, penindakan keras, dan transparansi penuh. Tidak ada toleransi bagi oknum nakal yang bermain dengan uang rakyat!

Semarakkan Idul Fitri 1447 H, Keluarga Besar PEKAT IB Riau dan Pekanbaru Sampaikan Pesan Persatuan


Bedah Kasus My Id|  PEKANBARU 

Menyongsong hari kemenangan umat Islam, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Provinsi Riau bersama jajaran DPD Kota Pekanbaru dan DPK Rumbai secara resmi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M kepada seluruh masyarakat.


Pesan hangat ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan organisasi, sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mempererat tali silaturahmi antar elemen bangsa di Bumi Lancang Kuning.


Pimpinan yang turut menyampaikan ucapan antara lain:

DR(C). Edwin, SE, MM, MH (Ketua DPW PEKAT IB Provinsi Riau)

M. Arif, SH (Ketua DPD PEKAT IB Kota Pekanbaru)

Defri Tanjung (Ketua DPK PEKAT IB Rumbai)

Dalam pesan bersama tersebut, keluarga besar PEKAT IB menggaungkan doa agar amal ibadah selama bulan suci Ramadhan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.


"Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Di hari yang fitri ini, mari kita buka lembaran baru dengan hati yang bersih dan semangat persatuan yang lebih kuat untuk kemajuan daerah kita," ujar pernyataan kolektif tersebut.


Momen Idul Fitri tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh anggota PEKAT IB dan masyarakat luas untuk menjaga kerukunan, solidaritas, serta rasa cinta tanah air, sejalan dengan visi organisasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Perayaan Idul Fitri 1447 H ini juga menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai organisasi yang membawa manfaat dan kedamaian.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done