BEDAH KASUS

Jumat, 20 Maret 2026

Siasat Licin Mafia BBM Simpang Granit: Isak Nainggolan Pindahkan Gudang ke Krampal, Kapolres Inhu Diduga Tutup Mata karena "Atensi"


Bedah Kasus My.Id| RENGAT, INDRAGIRI HULU 

Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Simpang Granit, Kecamatan Batang Gansal, kian mengkhawatirkan. Pengusaha berinisial Isak Nainggolan (IN), yang diduga kuat sebagai otak di balik jaringan ini, kini dilaporkan mulai mengubah taktik dengan memindahkan lokasi penimbunan (buang minyak) guna menghindari sorotan publik, meskipun hukum di tingkat lokal tetap bergeming.


Gudang Baru di Krampal dan Belakang Rumah

Berdasarkan informasi terbaru dari masyarakat dan hasil investigasi di lapangan, Isak Nainggolan kini memecah lokasi pembuangan BBM ilegalnya. Selain gudang utama yang selama ini beroperasi, aliran minyak subsidi dari SPBU Simpang Granit kini diduga kuat dilarikan ke gudang di kawasan Krampal serta gudang tersembunyi yang berada tepat di belakang kediaman pribadinya.


"Mereka sekarang makin berani. Minyak dari SPBU langsung dibuang ke gudang Krampal dan ada juga yang masuk ke gudang belakang rumah Nainggolan. Ini jelas taktik untuk mengelabui jika ada pemeriksaan, tapi anehnya Polsek dan Polres tetap diam," ungkap warga setempat kepada awak media, Jumat (20/03/2026).


Dugaan "Setoran" ke Kapolres dan Premanisme SPBU

Mandeknya tindakan tegas dari aparat penegak hukum di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu) memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Muncul tudingan serius bahwa Isak Nainggolan telah memberikan "atensi" atau setoran rutin kepada pihak Kapolres Inhu dan Polsek Batang Gansal.


Dugaan gratifikasi ini disinyalir menjadi alasan mengapa armada operasional sebanyak 10 unit mobil pelangsir milik kelompok Nainggolan bebas keluar masuk SPBU setiap harinya tanpa hambatan. Mirisnya, masyarakat kecil yang ingin mengisi BBM justru sering mendapatkan intimidasi hingga terjadi perkelahian fisik dengan anak buah Nainggolan yang merasa menguasai SPBU Simpang Granit.


Masyarakat Riau Mengadu ke Kapolda dan Mabes Polri

"Kami sudah tidak percaya dengan penanganan di tingkat Polres Inhu. Setiap hari 10 ton minyak subsidi dirampok oleh mafia ini. Kami memohon kepada Bapak Kapolda Riau untuk segera turun tangan. Gerebek gudang di Krampal dan gudang di belakang rumah Nainggolan sebelum minyak itu hilang dijual ke industri," tegas seorang perwakilan warga Riau dengan nada geram.


Warga mendesak pihak berwenang untuk:


1. Gerebek Serentak: Melakukan penggeledahan di gudang Krampal dan gudang belakang rumah Isak Nainggolan.


2. Sita 10 Unit Armada: Menahan seluruh mobil operasional yang digunakan untuk melangsir minyak secara ilegal.


3. Audit SPBU Simpang Granit: Meminta BPH Migas mencabut izin SPBU No. 14.293.642 yang secara terang-terangan melayani mafia.


4. Periksa Kapolres Inhu: Meminta Divisi Propam Polri memeriksa dugaan aliran dana dari Isak Nainggolan kepada pimpinan kepolisian setempat.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Inhu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum maupun laporan perpindahan gudang ilegal tersebut.

Tim Redaksi: Basmi Nusantara

Tutup Puasa Terakhir dengan Syahdu, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung Berlatih Marawis Bersama Syubbanul Musthofa


Bedah Kasus My Id| Bandar Lampung 

Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan pada Jumat, 20 Maret, suasana religius di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung justru semakin terasa kental. Memanfaatkan momen hari puasa terakhir, para warga binaan mengisi waktu dengan kegiatan yang menyejukkan hati, yakni berlatih kesenian marawis dan tabuhan rebana. Latihan yang penuh kekhusyukan ini terasa semakin istimewa karena didampingi dan dibimbing langsung oleh kelompok Syubbanul Musthofa binaan Habib Kamal dari Bandar Lampung.


Gema selawat yang diiringi ritme tabuhan rebana menggema dengan syahdu di dalam lingkungan pembinaan. Kehadiran kelompok Syubbanul Musthofa memberikan warna tersendiri dan sukses memacu antusiasme warga binaan untuk memperdalam teknik memukul rebana sekaligus melantunkan puji pujian kepada Sang Pencipta. Kegiatan kesenian Islami ini menjadi wujud nyata dari upaya pembinaan kerohanian yang terstruktur dan senantiasa berkesinambungan di dalam institusi.


Melihat tingginya semangat warga binaan di penghujung bulan puasa, Kepala Bidang Pembinaan, Gatot Suariyoko, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, perpaduan antara pendekatan spiritualitas dan ekspresi kesenian ini merupakan salah satu metode pembinaan karakter yang sangat positif dan efektif.


"Melalui nada dan lantunan selawat yang digemakan hari ini, kami berharap ketenangan batin mereka semakin terjaga dengan baik untuk menyambut datangnya perayaan hari kemenangan esok hari," tutur Gatot Suariyoko memberikan penjelasan di sela sela kegiatan.


Melalui fasilitas pembinaan kesenian marawis ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung tidak sekadar memberikan ruang untuk berekspresi, tetapi juga menanamkan nilai nilai spiritualitas yang kokoh. Diharapkan, harmoni nada rebana yang tercipta dapat menjadi bekal rohani yang positif bagi para warga binaan saat kelak kembali merajut kehidupan di tengah tengah masyarakat.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #PembinaanKerohanian #MarawisLapas #SyubbanulMusthofa #SeniIslami #BandarLampung

Heboh Pekanbaru: Frans Gultom bos mafia BBM SOLAR bersubsidi ,Oknum TNI, Polisi, dan Wartawan Diduga Terima “Uang Bulanan” untuk Tutup Mata Penimbunan BBM Subsidi!


Bedah Kasus My.Id| Pekanbaru, 19 Maret 2026  

Warga Pekanbaru kembali heboh menyoroti praktik penimbunan BBM subsidi jenis solar di Jalan Melati, Kecamatan Bina Widya. Dugaan tidak main-main: oknum TNI, polisi, bahkan wartawan diduga terima uang bulanan untuk menutup mata dan meredam pihak yang ingin menindak!

Pantauan warga menunjukkan mobil tangki biru-putih keluar masuk gudang hampir setiap hari, diduga menyalurkan BBM subsidi ke pihak yang tidak berhak. Namun yang lebih memprihatinkan, oknum aparat dan wartawan nakal disebut sengaja membiarkan praktik ini berjalan, karena ada “kompensasi” bulanan untuk fungsi mereka masing-masing:

Oknum TNI – diduga menahan jajaran yang jujur agar tidak turun ke gudang.

Oknum Polisi – disebut menerima sogokan untuk meredam penyelidikan dan menghalangi penindakan.

Oknum Wartawan – membuat berita tandingan, menutupi sorotan publik, sekaligus menerima uang bulanan agar berita negatif tidak viral.

Tak hanya itu, beberapa SPBU di Pekanbaru ikut terseret dugaan praktik ilegal ini. Dari pengawas hingga manajemen, diduga membantu mengalihkan BBM subsidi ke pihak yang tidak berhak, mendapat keuntungan rutin.

Seorang warga geram:

“Ini sudah terang-terangan! Aparat yang seharusnya mengawasi malah diam. Semua orang bisa lihat, tapi semua seolah tutup mata!”

BBM subsidi adalah komoditas strategis negara. Setiap penyalahgunaan jelas merugikan negara dan masyarakat kecil yang berhak menerima.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun aparat penegak hukum. Publik menuntut penyelidikan tuntas, penindakan keras, dan transparansi penuh. Tidak ada toleransi bagi oknum nakal yang bermain dengan uang rakyat!

Semarakkan Idul Fitri 1447 H, Keluarga Besar PEKAT IB Riau dan Pekanbaru Sampaikan Pesan Persatuan


Bedah Kasus My Id|  PEKANBARU 

Menyongsong hari kemenangan umat Islam, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Provinsi Riau bersama jajaran DPD Kota Pekanbaru dan DPK Rumbai secara resmi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M kepada seluruh masyarakat.


Pesan hangat ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan organisasi, sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mempererat tali silaturahmi antar elemen bangsa di Bumi Lancang Kuning.


Pimpinan yang turut menyampaikan ucapan antara lain:

DR(C). Edwin, SE, MM, MH (Ketua DPW PEKAT IB Provinsi Riau)

M. Arif, SH (Ketua DPD PEKAT IB Kota Pekanbaru)

Defri Tanjung (Ketua DPK PEKAT IB Rumbai)

Dalam pesan bersama tersebut, keluarga besar PEKAT IB menggaungkan doa agar amal ibadah selama bulan suci Ramadhan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.


"Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Di hari yang fitri ini, mari kita buka lembaran baru dengan hati yang bersih dan semangat persatuan yang lebih kuat untuk kemajuan daerah kita," ujar pernyataan kolektif tersebut.


Momen Idul Fitri tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh anggota PEKAT IB dan masyarakat luas untuk menjaga kerukunan, solidaritas, serta rasa cinta tanah air, sejalan dengan visi organisasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Perayaan Idul Fitri 1447 H ini juga menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai organisasi yang membawa manfaat dan kedamaian.

Kamis, 19 Maret 2026

Pengecekan Personel Ops Ketupat Lancang Kuning 2026


 

Bedah Kasus.my.id-KUANTANSINGINGI

Polres Kuantan Singingi melaksanakan apel pengecekan personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning (LK) 2026 guna memastikan kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Sabtu (14/3/2026).


Apel pengecekan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Kuansing dan dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Kuansing AKP Repriadi, S.E., Kegiatan ini diikuti oleh personel Polri yang terlibat dalam operasi sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat selama momentum mudik dan perayaan Idul Fitri.


Selain di Mapolres Kuansing, apel pengecekan personel juga dilaksanakan di sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) yang telah didirikan di wilayah hukum Polres Kuansing, di antaranya Pospam Kuantan Mudik, Pospam Inuman, Pospam Tanjung Pauh, dan Pos Pelayanan Bundaran Tugu Cerano.


Di Pospam Kuantan Mudik yang berada di Desa Kasang, apel dipimpin oleh Kapospam IPDA Hendri dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Sementara itu di Pospam Inuman, apel dipimpin oleh Kapospam IPTU Haripin, S.H., dengan kekuatan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dishub.


Apel pengecekan juga dilaksanakan di Pos PAM Lebaran Desa Tanjung Pauh yang dipimpin oleh Kapospam IPDA Hendra Arif, S.H., dengan melibatkan unsur Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.


Selanjutnya di Pos Pelayanan Bundaran Tugu Cerano, apel dipimpin oleh Kapospam IPDA Delta Heriyanto dengan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan Dinas Kesehatan.


Dalam arahannya kepada seluruh personel, para Kapospam menekankan agar anggota yang bertugas di pos pengamanan senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta tidak meremehkan situasi kamtibmas yang saat ini masih aman dan kondusif. Personel juga diinstruksikan untuk rutin melaksanakan patroli ke rumah ibadah, pasar, serta pemukiman masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa apel pengecekan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan seluruh personel dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.


“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. Seluruh personel diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan patroli, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, serta instansi terkait dalam pelaksanaan pengamanan agar situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi tetap aman, tertib, dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


IPTU A. Razak

PS. Kasi Humas Polres Kuansing


Email : humaspolreskuansing1@gmail.com

No HP : +62 812-3372-6363

IG : @humaspolreskuansing

FB : Humas Polres Kuansing

Call center Polri : 110

Dugaan Limbah MCK Lapas Gobah Cemari Parit Warga, Respons Pejabat Disorot, Kanwil Diminta Bertindak Tegas


Bedah Kasus My.Id| Pekanbaru 

Dugaan pembuangan limbah domestik dari Lapas Gobah ke saluran parit di lingkungan permukiman warga menuai sorotan. Selain memicu keluhan masyarakat akibat bau menyengat, sikap sejumlah pihak terkait juga dinilai belum menunjukkan respons yang memadai.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, ditemukan aliran air berwarna keruh yang mengalir dari arah dalam lapas menuju parit di depan kawasan tersebut. Saluran yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai drainase air hujan kini diduga menjadi jalur limbah yang menimbulkan aroma tidak sedap.

Sejumlah warga menyebut perubahan kondisi ini terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Respons Lapas Dinilai Kurang Terbuka

Dalam upaya konfirmasi, respons dari pihak Lapas Gobah, termasuk pimpinan lapas (Kalapas) dan Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), dinilai belum memberikan kejelasan substantif.

Sikap yang terkesan sensitif terhadap pertanyaan publik justru menimbulkan tanda tanya baru di tengah masyarakat. Transparansi dinilai penting untuk memastikan apakah pengelolaan limbah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif terkait sistem pengolahan limbah yang digunakan di dalam lapas.

Warga: Jangan Anggap Sepele Dampaknya

Ketua pemuda setempat, Arman, menilai persoalan ini tidak bisa dipandang ringan, mengingat dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Kami tidak bicara hal yang berlebihan. Ini soal lingkungan tempat kami tinggal. Bau yang muncul itu bukan hal biasa, dan kami berharap pihak lapas tidak menyepelekan persoalan ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu Ketua RT di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa warga mulai kehilangan kenyamanan akibat kondisi tersebut.

“Kami minta ini ditangani serius. Jangan sampai warga yang jadi korban karena kelalaian pengelolaan limbah. Kalau memang ada sistem pengolahan, harus dibuktikan dan dijelaskan,” katanya.

Peran Kanwil Kemenkumham Riau Disorot

Dalam struktur kelembagaan, Lapas berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM melalui Kantor Wilayah (Kanwil). Karena itu, Kanwil Kemenkumham Riau dinilai memiliki tanggung jawab pengawasan terhadap operasional lapas, termasuk dalam pengelolaan lingkungan.

Pengamat menilai, jika dugaan ini benar, maka perlu ada langkah tegas dari Kanwil untuk:

Melakukan pemeriksaan internal

Memastikan sistem pengolahan limbah berfungsi

Menindak jika ditemukan pelanggaran

Dorongan ini muncul agar persoalan tidak dianggap sepele dan tidak berlarut-larut tanpa kejelasan.

Perlu Peran Aktif DLH dan Transparansi Pemerintah

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diharapkan segera melakukan verifikasi lapangan, termasuk uji kualitas air limbah untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran.

Sementara itu, sikap pihak kelurahan setempat juga menjadi perhatian. Warga menilai belum ada keterbukaan informasi yang memadai terkait kondisi tersebut.

Kepatuhan terhadap Regulasi Jadi Kunci

Secara regulasi, limbah domestik wajib diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Pembuangan langsung ke saluran drainase tanpa pengolahan dan tanpa memenuhi baku mutu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran lingkungan.

Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting untuk memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai ketentuan.

Menunggu Langkah Nyata

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut kualitas lingkungan hidup di kawasan permukiman. Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari seluruh pihak terkait agar persoalan tidak berlarut.

Jika dugaan ini terbukti, maka penanganan perlu dilakukan secara tegas dan terbuka. Sebaliknya, jika tidak terbukti, klarifikasi yang jelas juga menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Maknai Kesucian Hari Raya Nyepi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung Serahkan Langsung Remisi Khusus Kepada Warga Binaan


Bedah Kasus My.Id| Bandar Lampung 

Momentum suci Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka turut menghadirkan kebahagiaan dan kedamaian tersendiri bagi warga binaan beragama Hindu di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung. Tepat pada Kamis, 19 Maret, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menyerahkan langsung Surat Keputusan Remisi Khusus keagamaan secara simbolis kepada perwakilan warga binaan.


Prosesi penyerahan hak pengurangan masa pidana ini dilangsungkan dengan khidmat di dalam lingkungan institusi. Pemberian remisi ini bukanlah sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan apresiasi kepada warga binaan yang telah berkelakuan baik, menunjukkan dedikasi tinggi, serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan selama menjalani masa pidana.


Memaknai indahnya toleransi dan esensi penyucian diri pada perayaan Nyepi ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung berpesan agar anugerah remisi ini dijadikan motivasi spiritual untuk terus melangkah ke arah yang jauh lebih baik.


"Saya berharap momentum suci ini dapat menjadi ruang perenungan bagi seluruh warga binaan yang menerimanya untuk senantiasa menjaga kedamaian batin, terus memperbaiki kualitas diri, dan menjadi insan yang jauh lebih taat aturan di masa depan," pesan Ike Rahmawati dengan penuh kehangatan saat menyerahkan dokumen remisi tersebut.


Melalui pemenuhan hak warga binaan di momen perayaan keagamaan ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung terus membuktikan komitmennya dalam menjalankan sistem pemasyarakatan yang berkeadilan, humanis, dan selalu berlandaskan pada semangat pembinaan karakter yang berkelanjutan.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #HariRayaNyepi #RemisiKhususNyepi #PembinaanKerohanian #BandarLampung

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done