BEDAH KASUS

Rabu, 29 April 2026

Wujud Pengabdian Masyarakat, Klinik Passai Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Konsisten Gelar Pengobatan Gratis


Bedah kasus My Id| Bandar Lampung 

Komitmen untuk memberikan layanan kesehatan terbaik terus dibuktikan melalui langkah nyata yang berkesinambungan. Pada Kamis, 30 April 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung kembali menyelenggarakan program pengobatan gratis yang dipusatkan di halaman institusi bersama tim dari Klinik Passai.


Kegiatan layanan medis yang diberikan secara cuma cuma ini merupakan wujud kepedulian institusi terhadap pemenuhan hak kesehatan para warga binaan. Klinik Passai, yang telah berhasil meraih akreditasi dengan predikat paripurna, menjadi ujung tombak dalam memastikan setiap individu mendapatkan penanganan medis yang sangat layak dan berstandar tinggi. Pelaksanaan kegiatan kesehatan pada hari ini dipimpin secara langsung oleh tenaga medis institusi, Dokter Rahmi.


Dengan dukungan fasilitas kesehatan yang telah diakui secara nasional, Dokter Rahmi beserta seluruh tim medis terus berupaya memberikan pelayanan prima. Program pengobatan gratis ini tidak hanya sekadar pemenuhan rutinitas, melainkan bagian dari dedikasi mendalam para tenaga kesehatan di lingkungan pembinaan.


"Kegiatan pengobatan gratis yang terus kita selenggarakan secara konsisten ini adalah wujud nyata dari pengabdian kita kepada masyarakat." tegas Dokter Rahmi di sela sela kesibukannya melayani para pasien.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #KlinikPassai #PengobatanGratis #BandarLampung

Soal Dugaan Penyimpangan Penanganan Barang Sitaan Rokok Ilegal di Bea Cukai Dumai, Ketua KNPI Riau Tegaskan Hal ini


Bedah kasus My Id| TANGSEL

Kinerja pengawasan dan penindakan terhadap Peredaran Rokok ilegal di Daerah Kota Dumai kembali menjadi perhatian masyarakat, setelah muncul informasi yang menyebutkan adanya dugaan barang sitaan berupa rokok tanpa pita cukai justru dijadikan Souvenir oleh oknum internal.


Berdasarkan berbagai Laporan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) DPD KNPI Provinsi Riau, bahwa  Penindakan terbaru yang dilakukan pihak Bea Cukai di Riau selama periode 2024–2026 secara resmi menegaskan terhadap seluruh barang Hasil Sitaan! khususnya Rokok ilegal, seharusnya dimusnahkan sesuai dengan Prosedur Hukum dan Ketentuan Pengelolaan Barang Milik Negara, bukan dialihkan atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain.


Media Center DPD KNPI Provinsi Riau juga memperoleh informasi pada April 2026, Bea Cukai Riau bahkan telah berhasil Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok ilegal hasil Operasi Penindakan sebagai bentuk komitmen terhadap Penegakan Hukum.


Namun, apabila benar terdapat tindakan menjadikan barang sitaan sebagai Souvenir atau bentuk distribusi Non-Prosedural lainnya, maka hal tersebut dinilai sebagai Pelanggaran yang sangat Serius terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), Kode Etik Aparatur Negara, serta prinsip Transparansi institusi.


Praktisi Hukum sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus, menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak dapat dianggap sepele.


Menurutnya:

“Jika benar barang sitaan Rokok ilegal yang diamankan oleh Negara Justru dijadikan Souvenir, maka hal tersebut adalah bentuk Pelanggaran Berat.


Oknum Pejabat terkait bisa dianggap telah mencederai marwah institusi, melanggar SOP, kode etik, bahkan berpotensi masuk dalam kategori Penyalahgunaan Kewenangan.”


Ketua Larshen Yunus menambahkan, bahwa tindakan seperti itu beresiko tinggi merusak kepercayaan publik terhadap institusi Bea Cukai yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga Penerimaan Negara dan Memberantas Peredaran Barang ilegal.


Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu juga mendesak dilakukannya Audit internal secara menyeluruh terhadap Penanganan Barang Bukti di Bea Cukai Dumai,

Klarifikasi Resmi dari pihak Humas maupun Pimpinan Kantor serta

Penegakan Sanksi Tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar

Pengawasan Eksternal dari Aparat Penegakan Hukum dan Kementerian Keuangan RI.


"Secara Hukum, barang kena cukai ilegal yang telah disita wajib diproses berdasarkan ketentuan perundang-undangan, termasuk Pemusnahan atau Pelelangan resmi sesuai izin Negara" tegas Larshen Yunus, seraya menunjukkan rujukan hukumnya.


Ketua KNPI Provinsi Riau itu berkali-kali menegaskan, bahwa Penyalahgunaan Barang Bukti dapat membuka Ruang Pidana maupun Sanksi Administratif secara serius.


Bertempat disalah satu bilangan di Kota Tanggerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten, Hari ini Rabu (29/4/2026) Ketua KNPI Riau Larshen Yunus mengajak seluruh  Masyarakat untuk bersabar melihat Kinerja Buruk dan Tindakan Tercela dari Oknum Humas Bea Cukai Dumai, yang kini menanti dilakukannya Sikap Transparansi penuh dari Pimpinan Bea Cukai Dumai maupun ditingkat Kantor Wilayah Riau, untuk memastikan bahwa seluruh Proses Penindakan benar-benar berjalan sesuai Prosedur Hukum, bukan justru menimbulkan dugaan praktik yang mencoreng nama baik Lembaga Negara.


"Kasus seperti ini menjadi pengingat, bahwa integritas Aparat Penegak Hukum Fiskal merupakan Fondasi Utama dalam menjaga kepercayaan publik serta Stabilitas Penerimaan Negara dari sektor cukai. (*)


Sumber Larsen Yunus 

Ketua DPD KNPI Riau

Sofa Karya Warga Binaan Rutan Ambon: Bukti Nyata Pembinaan Kemandirian Berkelanjutan


Bedah kasus My.Id| Ambon 

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif, salah satunya pembuatan sofa yang memiliki nilai ekonomis dan keterampilan tinggi. 


Program pembinaan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan di bidang kerajinan furnitur, mulai dari proses perancangan, pemilihan bahan, hingga tahap perakitan dan finishing. Dengan pendampingan petugas serta instruktur yang berpengalaman, warga binaan dibekali keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, Rabu (29/04/2026) menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan sofa merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan dan berorientasi pada hasil nyata.


“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan hal positif, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bernilai guna. Harapannya, mereka dapat mandiri dan memiliki peluang usaha setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.


Sofa hasil karya warga binaan Rutan Ambon tidak hanya mengedepankan fungsi, tetapi juga kualitas dan estetika. Produk yang dihasilkan mampu bersaing dan memiliki daya tarik tersendiri, sehingga berpotensi untuk dipasarkan kepada masyarakat luas.


Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama antarwarga binaan. Proses produksi yang dilakukan secara bertahap melatih ketelitian dan kesabaran, sehingga membentuk karakter yang lebih siap menghadapi kehidupan di luar rutan.


Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Ambon terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak positif. Karya sofa yang dihasilkan menjadi simbol harapan dan bukti bahwa warga binaan mampu berkarya, berkembang, serta mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.(C)``

Satgas TMMD Berjibaku Entaskan Krisis Air Bersih di Bengkalis


Bedah kasus My.Id| BENGKALIS 

Bekerja tak kenal lelah, Satgas TMMD ke-128 tahun 2026 wilayah Kodim 0303 Bengkalis tak kenal lelah dalam membantu mengatasi kesulitan di tengah masyarakat.


Seperti yang digelorakan di desa Balai Pungut dan Tengganau kecamatan Pinggir, pembuatan lima titik sumur bor sebagai upaya mengatasi krisis air bersih di tengah masyarakat terus diupayakan oleh tim Satgas bersama masyarakat setempat.


Semangat dan kerja sama bergelora ketika mata bor menembus lapisan perlapisan kulit bumi demi mendapatkan lapisan yang memiliki cadangan air bersih melimpah untuk dapat dipompa serta dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Dansatgas TMMD, Letkol. Inf. Haris Nur Priatno mengatakan, dari lima titik lokasi pemboran sumber air bersih, sebanyak dua sampai tiga titik sudah berhasil menemukan suplai air nan bersih.


"Alhamdulillah, dari total 5 pemboran yang dilakukan, sebagiam sudah berhasil mendapatkan sumber air bersih. Sisanya masih terus diupayakan demi mengatasi krisis air bersih di kecamatan Pinggir, Bengkalis," kata Dansatgas.


Di kawasan tersebut, kata dia, masyarakat memang telah hidup cukup lama dalam kesulitan memeroleh air bersih. Bila hendak mandi atau buang air, pihaknya terpaksa melangkah ke bantaran sungai terdekat.


Namun untuk keperluan memasak, masyarakat harus membeli air bersih dengan harga yang relatif mahal. Kondisi itu telah berlangsung lama, jeritan masyarakat seolah terus membahana akibat kelangkaan air bersih, di tambah lagi dengan kondisi ekonomi yang sulit hingga proses pembuatan sumur bor secara mandiri terasa sulit terwujud.


Beruntung, Satgas TMMD datang dengan sejuta harapan baik. Hasil sejumlah pemboran yang dilakukan, sumber air bersih langsung bergejolak seolah memutus belenggu kelangkaan air bersih yang dirasakan selama bertahun-tahun oleh masyarakat.


"Kami sangat bersyukur dengan program Manunggal Air Bersih yang dilaksanakan sempena TMMD ini. Kesulitan mendapatkan sumber air bersih langsung teratasi, kami sangat terbantu sekali. Atas kebaikan Bapak-bapak TNI, kami haturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya," ungkap Supono, warga desa Balai Pungut.

Alumni Beasiswa Rohil Apresiasi Program Era H. Afrizal Sintong


Bedah kasus My.Id| Pekanbaru, 15 Maret 2026 

Rasa syukur dan apresiasi disampaikan oleh Sulistya Septelina, S.Pd., Gr., M.M atas program beasiswa berprestasi yang digagas pada masa kepemimpinan H. Afrizal Sintong. Program tersebut dinilai memberikan dampak nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Rokan Hilir.


Dalam pernyataannya, Sulistya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebijakan dan komitmen pemerintah daerah saat itu, khususnya melalui Bidang Kerjasama yang telah menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.


“Program ini bukan hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membuka jalan dan harapan bagi kami untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan yang lebih tinggi,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan salah satu penerima manfaat yang merasakan langsung dampak positif program tersebut hingga berhasil menyelesaikan studi Magister Manajemen.


Menurutnya, keberadaan program beasiswa tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong generasi muda untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi daerah.


“Semoga segala dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan menjadi amal jariyah, serta membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan sumber daya manusia di Kabupaten Rokan Hilir,” tambahnya.


Di akhir pernyataannya, Sulistya kembali menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan, seraya berharap program serupa dapat terus dilanjutkan demi mendukung pendidikan generasi mendatang.


Editor : Redaksi

Perkuat Sinergi Keamanan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung dan Kepolisian Daerah Lampung Gelar Razia Gabungan


Bedah kasus My Id| Bandar Lampung 

Kolaborasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas keamanan di area pembinaan terus diperkuat. Pada Rabu, 29 April 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung bersinergi dengan Kepolisian Daerah Lampung melaksanakan kegiatan razia dan penggeledahan secara menyeluruh di area blok hunian warga binaan.


Kegiatan penertiban ini diawali dengan apel pasukan bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung, Ike Rahmawati. Dalam memimpin barisan apel persiapan tersebut, Ike Rahmawati didampingi oleh Kepala Subdirektorat 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Lampung, Ujang Supriyanto, yang turut membawa puluhan personel kepolisian ke lokasi.


Dalam sesi pengarahannya saat apel, Ujang Supriyanto mengutarakan bahwa kehadiran jajaran personel Direktorat Reserse Kriminal Umum pada hari ini merupakan wujud nyata dari upaya koordinasi lintas aparat penegak hukum. Langkah strategis ini sekaligus menjadi bagian dari agenda pemeriksaan langsung terhadap area tempat tinggal warga binaan, baik yang berada di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara di dalam lingkup wilayah hukum Kepolisian Daerah Lampung.


Usai pelaksanaan apel, tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal bersama personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Lampung langsung bergerak menyatu ke lapangan. Pasukan gabungan ini menyisir setiap sudut blok hunian guna melaksanakan penggeledahan dan pemeriksaan berlapis untuk memastikan tidak ada satu pun barang terlarang yang masuk.


"Sinergi luar biasa dengan Kepolisian Daerah Lampung pada hari ini adalah bukti bahwa pengawasan di institusi ini tidak pernah mengendur. Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan lingkungan yang 100 persen bersih dari barang terlarang. Kehadiran aparat kepolisian tentu memberikan kekuatan tambahan bagi kami dalam melakukan deteksi dini secara lebih maksimal," tegas Ike Rahmawati usai memantau pelaksanaan razia.


Langkah proaktif yang melibatkan kepolisian ini kembali menegaskan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung sangat serius dalam urusan penegakan hukum. Kegiatan terpadu ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin guna merawat ketertiban lingkungan pembinaan.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #KepolisianDaerahLampung #RaziaGabungan #BandarLampung

Selasa, 28 April 2026

Sinergi TNI dan Masyarakat Bergelora Bangun Drainase di Desa Tengganau


Bedah Kasus.my.id-BENGKALIS 

Sinergi yang kuat antara Tentara Nasional Indonesia yang tergabung di dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 bersama masyarakat Desa Tengganau tergambar jelas dalam proses pembangunan drainase di jalan Bunta Ujung, Rabu (29/4).


Pembangunan saluran air dengan volume 137 M × 0,60 M × 0,40 M di pelosok desa terpencil tersebut mendapat respon positif serta dukungan tenaga secara sukarela dari warga tempatan.


Dibarengi kemanunggalan yang erat, proses penggalian saluran air hingga pemasangan rangka besi pada lokasi sasaran fisik di lokasi itu berlangsung cepat.


Selain tenaga, sejumlah warga setempat juga berpartisipasi menghidangkan makanan ringan serta aneka minuman segar pelepas dahaga untuk seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan drainase.


Sambut baik progres pekerjaan tersebut, Dansatgas TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis, Letkol. Inf. Haris Nur Priatno sampaikan apresiasi.


"Terima kasih sekali kepada masyarakat setempat yang telah berjibaku bersama tim Satgas dalam pembangunan drainase di Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, Bengkalis," hatur Dabsatgas.


"Semoga pembangunan sarana drainase tersebut memberi manfaat besar bagi kemajuan infrastruktur di pelosok desa, serta dapat menjadi tindakan solutif dalam mencegah banjir yang dapat merusak permukaan jalan penghubung antar desa," harapnya.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done