Siasat Licin Mafia BBM Simpang Granit: Isak Nainggolan Pindahkan Gudang ke Krampal, Kapolres Inhu Diduga Tutup Mata karena "Atensi"
Bedah Kasus My.Id| RENGAT, INDRAGIRI HULU
Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Simpang Granit, Kecamatan Batang Gansal, kian mengkhawatirkan. Pengusaha berinisial Isak Nainggolan (IN), yang diduga kuat sebagai otak di balik jaringan ini, kini dilaporkan mulai mengubah taktik dengan memindahkan lokasi penimbunan (buang minyak) guna menghindari sorotan publik, meskipun hukum di tingkat lokal tetap bergeming.
Gudang Baru di Krampal dan Belakang Rumah
Berdasarkan informasi terbaru dari masyarakat dan hasil investigasi di lapangan, Isak Nainggolan kini memecah lokasi pembuangan BBM ilegalnya. Selain gudang utama yang selama ini beroperasi, aliran minyak subsidi dari SPBU Simpang Granit kini diduga kuat dilarikan ke gudang di kawasan Krampal serta gudang tersembunyi yang berada tepat di belakang kediaman pribadinya.
"Mereka sekarang makin berani. Minyak dari SPBU langsung dibuang ke gudang Krampal dan ada juga yang masuk ke gudang belakang rumah Nainggolan. Ini jelas taktik untuk mengelabui jika ada pemeriksaan, tapi anehnya Polsek dan Polres tetap diam," ungkap warga setempat kepada awak media, Jumat (20/03/2026).
Dugaan "Setoran" ke Kapolres dan Premanisme SPBU
Mandeknya tindakan tegas dari aparat penegak hukum di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu) memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Muncul tudingan serius bahwa Isak Nainggolan telah memberikan "atensi" atau setoran rutin kepada pihak Kapolres Inhu dan Polsek Batang Gansal.
Dugaan gratifikasi ini disinyalir menjadi alasan mengapa armada operasional sebanyak 10 unit mobil pelangsir milik kelompok Nainggolan bebas keluar masuk SPBU setiap harinya tanpa hambatan. Mirisnya, masyarakat kecil yang ingin mengisi BBM justru sering mendapatkan intimidasi hingga terjadi perkelahian fisik dengan anak buah Nainggolan yang merasa menguasai SPBU Simpang Granit.
Masyarakat Riau Mengadu ke Kapolda dan Mabes Polri
"Kami sudah tidak percaya dengan penanganan di tingkat Polres Inhu. Setiap hari 10 ton minyak subsidi dirampok oleh mafia ini. Kami memohon kepada Bapak Kapolda Riau untuk segera turun tangan. Gerebek gudang di Krampal dan gudang di belakang rumah Nainggolan sebelum minyak itu hilang dijual ke industri," tegas seorang perwakilan warga Riau dengan nada geram.
Warga mendesak pihak berwenang untuk:
1. Gerebek Serentak: Melakukan penggeledahan di gudang Krampal dan gudang belakang rumah Isak Nainggolan.
2. Sita 10 Unit Armada: Menahan seluruh mobil operasional yang digunakan untuk melangsir minyak secara ilegal.
3. Audit SPBU Simpang Granit: Meminta BPH Migas mencabut izin SPBU No. 14.293.642 yang secara terang-terangan melayani mafia.
4. Periksa Kapolres Inhu: Meminta Divisi Propam Polri memeriksa dugaan aliran dana dari Isak Nainggolan kepada pimpinan kepolisian setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Inhu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum maupun laporan perpindahan gudang ilegal tersebut.
Tim Redaksi: Basmi Nusantara






