BEDAH KASUS

Sabtu, 21 Maret 2026

Dilaporkan ke Kemendagri, Walikota Pekanbaru Terbukti Melawan Surat Edaran Menteri


Bedah Kasus My.Id| JAKARTA

Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau secara resmi Melaporkan Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM ke Sekretariat Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta Pusat.


Laporan itu disampaikan DPD KNPI Provinsi Riau pasca terbitnya Surat Edaran (SE) dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan nomor 000.2.3/1171/s/SJ tentang Penundaan Perjalanan ke Luar Negeri sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi.


Surat Edaran itu bukan tanpa dasar diteritkan, namun juga mempertimbangkan situasi dan Kondisi saat ini, pasca terjadinya beberapa kali Bencana di berbagai Daerah se-Indonesia.


"Namun justru Surat Edaran dari bapak Mendagri itu dicuekin dan atau dilawan oleh Walikota Pekanbaru, dengan berangkatnya dirinya bersama Rombongan ke Luar Negeri" ungkap Larshen Yunus, dengan nada penuh sesal.


Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu juga katakan, bahwa keberanian dan nekatnya Walikota Pekanbaru dalam melanggar Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, disebabkan adanya Beking yang melindungi Agung Nugroho, yakni Menko Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.


Bertempat di Kawasan Gedung Inspektorat Kemendagri, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, hari ini Senin (16/3/2026) Ketua KNPI Provinsi Riau itu mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas antar sesama anak bangsa. Laporan terkait Kasus Walikota Pekanbaru itu murni soal Kinerja dan Etika seorang Kepala Daerah, bukan personal.


"Tolong kami Pak Mendagri, Laporan itu sudah terpenuhi Mens Rea dan Actus Reus. Bahwa Surat Edaran itu sudah terlebih dahulu terbit, baru kemudian Wako Agung Nugroho berangkat keluar negeri, Umroh untuk Kesekian kalinya" akhir Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya menutup pernyataan persnya. (*)

Paman Almarhum Farisman Laia yang Meninggal Dekat Galian Ilegal Minta Aparat Kepolisian Usut Tuntas


Bedah Kasus My.Id| PEKANBARU 

Meninggalnya almarhum Farisman Laia warga jalan simpang Jengkol ujung, RT/ RW 3/5 kelurahan Sialang Sakti kecamatan Tenayan Raya kota Pekanbaru Riau membawa duka yang mendalam bagi keluarga. Informasi yang di dapat media ini dari orang tua almarhum A Yuti Laia, pada hari Selasa tanggal 17/3/2026 almarhum pergi kerumah Abang nya A Kasih Laia tanpa memberitahukan orangtua dan istri/ anaknya. 


Tak pulang semalaman, A Yuti Laia menelpon beberapa kenalannya, dan terakhir menelpon A Kasih Laia. Dari keterangan A Kasih Laia  almarhum sudah pulang dari rumahnya. Merasa was- Was akan almarhum, A Kasih Laia pergi menemui orangtuanya A Yuti Laia. Pencarian kesana kemari dilakukan baik melalui telpon seluler ke semua pihak keluarga maupun mencari ke rumah saudara terdekat, namun pencarian tidak membuahkan hasil.


Rabu tanggal 18/3/2026  A Kasih Laia sekitar pukul 16:00 wib ia iseng- iseng mencari kedekat galian tanah yang tidak jauh dari rumah almarhum. Sesampainya dekat alat berat eksapator A Kasih Laia melihat adeknya ( almarhum ) dengan posisi tertelungkup sudah meninggal dunia. Berita duka tersampaikan kepada seluruh keluarga, pada hari kamis tanggal 19/3/2026 prosesi acara pemakaman dilangsungkan. 


Dihadiri sanak saudara , tokoh agama, tokoh masyarakat , tokoh organisasi maupun paman almarhum semuanya terpukul akan kepergian almarhum. Ungkapan bela sungkawa yang disampaikan dari semua undangan yang hadir tersampaikan. Tak luput Messanwansyah Halawa, kerab disapa bung Iwan paman almarhum menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas meninggalnya Farisman Laia. Bahkan tak luput dalam penyampaian dukanya bung Iwan berharap dan meminta dengan tegas kepada pihak aparat kepolisian untuk bisa mengungkap kejadian kematian almarhum, bahkan bung Iwan memastikan penyebab kematian almarhum ada kaitannya dengan aktifitas galian C  yang diduga ilegal, dimana informasi yang diduga keluarga korban, Farisman Laia meninggal akibat terjatuh dari bukit yang tinggi sampai kebawah dekat alat berat eksapator.


Bung Iwan juga meminta dengan tegas kepada aparat kepolisian agar menghentikan aktifitas galian yang diduga ilegal tersebut, dan menutup usaha galian ilegal tersebut. 


" Saya selaku paman almarhum sangat terpukul atas meninggalnya ponakan saya almarhum Farisman Laia, dan saya menyesalkan adanya aktifitas penambangan ilegal di daerah tersebut sehingga memicu kematian keponakan saya, ucap bung Iwan.


" Kami dari pihak keluarga meminta kepada aparat kepolisian untuk menutup galian ilegal dan mengusut tuntas sebab musabab kematian almarhum, tegas bung Iwan.


Sampai berita ini di publikasikan informasi yang dihimpun media ini, pihak kepolisian masih bekerja keras dan sudah turun ke TKP kejadian.


Di waktu terpisah A Yuti Laia, orang tua almarhum Farisman Laia berkisah " sedikit perlu saya sampaikan bahwa  galian ilegal tersebut dulunya adalah lintas lantas masyarakat sebelum jalan baru saat ini, tadinya jalan tersebut akses jalan masyarakat keluar masuk, kemungkinan setalah almarhum anak saya pulang dari rumah abangnya lewat jalan lama ( lokasi kejadian) dan berkemungkinan almarhum anak saya terjatuh dari atas dan sampai kebawah dekat alat berat eksapator, tutur A Yuti Laia. Sebagai orang tua saya berharap pihak Kepolisian untuk mengungkap kejadian atas meninggalnya anak saya dan meminta dengan tegas agar aktifitas galian ilegal dihentikan, tegas A Yuti Laia 


Sumber Bung Iwan ( Paman almarhum Farisman Laia.)

Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, HPMM Rohil Ajak Masyarakat Semai Kebaikan dan Raih Keberkahan


Bedah Kasus My.Id| Rokan hilir, (20/03/2026).

Gema takbir, tahmid, dan tahlil mulai berkumandang di seluruh pelosok Daerah Negeri Seribu Kubah. Menandai datangnya hari kemenangan, Ketua Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu Rokan Hilir, Muhammad Bakri, S.Ag. CPS mengajak seluruh masyarakat untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan Idul Fitri secara lebih mendalam dan berkelanjutan.


"Ramadan telah melatih umat menjadi pribadi yang lebih peduli melalui berbagai ibadah sosial seperti zakat, infak, dan sedekah. Oleh karena itu, momentum Idul Fitri harus menjadi titik awal untuk terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat," ucap Bakri.


Bakri mengungkapkan rasa syukur setelah umat Islam menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Ia menyebut, gema takbir, tahmid, dan tahlil yang berkumandang menjadi penanda datangnya hari kemenangan.


“Hari ini adalah kemenangan, bukan atas sesama manusia, melainkan kemenangan dalam melawan hawa nafsu serta keberhasilan menjaga spiritualitas selama bulan suci Ramadan,” tutur Bakri.


“Di Rokan Hilir yang dikenal dengan falsafah adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah, mari kita perkuat silaturahmi, saling memaafkan, serta menjaga kerukunan, baik intern umat beragama, antarumat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah,” tambahnya.


Ia menegaskan, kebaikan yang ditanam tidak hanya menjadi investasi akhirat, tetapi juga menjadi fondasi kedamaian bagi daerah, khususnya di Wilayah Negeri Seribu Kubah.


Sementara itu M. Ilham Ali sebagai Ketua DPH HPMM Rohil menjelaskan bahwa keberkahan tidak semata diukur dari aspek materi, melainkan dari ketenangan jiwa dan kemanfaatan hidup. Dengan kembali ke fitrah, diharapkan seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah Ta'ala dan membawa keberkahan bagi keluarga, instansi, serta masyarakat luas.


“Keberkahan akan hadir ketika kita mampu menjaga integritas, keikhlasan, dan pengabdian dalam setiap aktivitas,” tambahnya.


Terakhir, kami menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.


“Atas nama keluarga besar Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu Rokan Hilir, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.


Kami mengajak masyarakat merayakan Idul Fitri dengan penuh syukur, kegembiraan, serta kesederhanaan, seraya berharap Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya untuk kemajuan agama, bangsa, dan negara.

Jumat, 20 Maret 2026

Di Hari Kemenangan Idul Fitri, 49 Warga Binaan Rutan Ambon Mendapatkan Remisi Khusus


Bedah Kasus My.Id| Ambon 

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sebanyak 49 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menerima Remisi Khusus sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik selama menjalani masa pidana. Pemberian remisi ini menjadi salah satu wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan hak-hak warga binaan. 


Remisi Khusus Idulfitri diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku. Di antaranya adalah telah menunjukkan sikap berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta telah menjalani masa pidana dalam kurun waktu tertentu. Hal ini menjadikan remisi tidak hanya sebagai bentuk pengurangan masa hukuman, tetapi juga sebagai indikator keberhasilan proses pembinaan di dalam Rutan.


Momentum Idul Fitri yang identik dengan hari kemenangan, pengampunan, dan kembali kepada fitrah, memberikan makna tersendiri bagi warga binaan yang menerima remisi. Pengurangan masa pidana ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.


Plt. Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy diselah-selah pemberian remisi itu, Sabtu (3/21/2026) menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan hak warga binaan yang diberikan secara selektif dan terukur. 


Ia menegaskan bahwa proses pemberian remisi telah melalui tahapan verifikasi yang ketat sesuai dengan regulasi yang berlaku.


“Remisi ini bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk apresiasi atas perubahan sikap dan perilaku warga binaan selama menjalani pembinaan. Kami berharap hal ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus menunjukkan perilaku positif,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Rido Sehertian, menjelaskan bahwa seluruh proses pengusulan hingga penetapan remisi dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur yang berlaku. Ia memastikan bahwa setiap warga binaan yang menerima remisi telah melalui proses penilaian yang objektif.


“Pemberian Remisi Khusus Idulfitri ini telah melalui tahapan administrasi dan verifikasi yang cermat. Kami memastikan bahwa seluruh warga binaan yang mendapatkan remisi benar-benar memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.


Ia juga menambahkan bahwa remisi diharapkan dapat menjadi dorongan moral bagi warga binaan lainnya untuk terus berperilaku baik dan aktif dalam setiap program pembinaan yang diselenggarakan di dalam rutan.


Lebih lanjut, momentum Hari Raya Idulfitri diharapkan dapat menjadi sarana refleksi diri bagi warga binaan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu dan menata masa depan yang lebih baik. Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Idulfitri diharapkan mampu memperkuat tekad warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.


Pemberian Remisi Khusus Idulfitri ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berkelanjutan, di mana warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga dibekali dengan pembinaan mental, spiritual, dan keterampilan.


Dengan demikian, ketika kembali ke masyarakat, mereka diharapkan dapat beradaptasi dan berkontribusi secara positif.



Dengan adanya pemberian remisi ini, Rutan Ambon berharap seluruh warga binaan dapat terus termotivasi untuk menjaga perilaku, menaati peraturan, serta mengikuti setiap program pembinaan yang diberikan. Momentum Hari Kemenangan ini pun diharapkan membawa harapan baru bagi warga binaan dalam menatap masa depan yang lebih baik. (C)÷•÷

Lautan Jamaah Penuhi Lapangan, Hampir Seribu Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung Gelar Salat Idul Fitri Berjamaah


Bedah Kasus My.Id| Bandar Lampung 

Gemuruh takbir yang mengagungkan kebesaran Sang Pencipta menyambut fajar kemenangan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung pada Sabtu, 21 Maret. Pemandangan luar biasa terlihat jelas saat hampir seribu warga binaan bergerak tertib memadati lapangan apel utama guna melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri berjamaah dalam suasana yang sangat khidmat dan penuh rasa syukur.


Lautan jamaah di balik jeruji tersebut berbaris rapi membentuk saf demi saf rapat namun tetap teratur. Momen sakral ini tidak hanya diikuti oleh para warga binaan, tetapi juga dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, beserta seluruh jajaran pejabat struktural dan staf yang sedang bertugas. Kebersamaan dalam sujud yang sama ini menjadi simbol kuat bahwa hari raya adalah momen penyucian diri bagi seluruh insan tanpa memandang status.


Pelaksanaan salat di lapangan terbuka ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi seluruh jamaah. Sinar matahari pagi yang hangat seolah mengiringi doa doa tulus yang dipanjatkan oleh para warga binaan di tengah hari kemenangan. Suasana religius yang sangat kental ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang gerak fisik di balik tembok institusi sama sekali tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih kemerdekaan spiritual.


"Melihat seluruh saudara kita berkumpul dengan penuh ketertiban dan kekhusyukan di lapangan pagi ini adalah sebuah pemandangan yang sangat menyentuh hati. Ini adalah kemenangan bagi kita semua yang telah berhasil menuntaskan perjuangan di bulan suci Ramadhan. Saya berharap semangat suci Idul Fitri ini terus tertanam dalam jiwa setiap warga binaan agar mereka benar benar terlahir kembali menjadi pribadi yang jauh lebih bertakwa dan bermanfaat bagi sesama," tutur Ike Rahmawati dengan penuh keharuan setelah rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.


Usai pelaksanaan salat dan khotbah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersalam salaman antara jajaran petugas dengan para warga binaan sebagai wujud saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Kelancaran jalannya ibadah kolosal ini juga didukung oleh pengamanan ketat namun tetap humanis dari seluruh personel, memastikan hari raya Idul Fitri di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan damai.


@pemasyarakatanlampung

@ikerahmawatiofficial

@kemenimipas

@ditjenpas

#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #IdulFitri1447H #SalatIedLapas #HariKemenangan #PembinaanKerohanian #BandarLampung

Satgas PHK Provinsi Riau Resmi Dikukuhkan oleh Kapolri, salah satu yang Dikukuhkan adalah Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung


Bedah Kasus My.Id| Pekanbaru: 

Pengukuhan Satgas PHK Provinsi Riau, salah satu Satgas yang dikukuhkan adalah Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung dan yang menjadi Ketua Satgas PHK Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi. Jumat (18/3/2026)


Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang didampingi oleh Ibu Titik Soeharto, Wamen Hut, Kabaintelkam Polri, Komjen. Syahardiantono, Dankor. Brimob. Komjen. Pol. Ramdhani, Kadivhumas. Polri. Irjen. Johnny Eddizon Isir.


Dari pantauan awak media, Pemakaian baju Satgas. PKH. oleh Ibu Titik Soeharto langsung kepada Nursal Tanjung,  disaksikan oleh Kapolda Riau Irjen. Pol. Herry Heryawan, serta para tamu undangan yang hadir.

 

Kepada awak media, Nursal Tanjung, menerangkan bahwa dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolri serta kepada para tamu undangan yang hadir, yang mana telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengabdi kepada Negara Indonesia.


"Seragam ini akan kami saat melakukan tindakan represif dan persuasif, seperti: Pemasangan plang peringatan larangan pengelolaan lahan di TNTN, Pemusnahan kebun sawit ilegal di kawasan hutan konservasi, dan penyerahan lahan sitaan kepada negara", ujar Nursal Tanjung 


Lanjutnya, Satgas ini merupakan tim gabungan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025, yang dipimpin oleh Kejaksaan Agung (Jampidsus) dan melibatkan unsur Polda Riau serta Dinas Kehutanan. 


Dengan dikukuhkannya Kami sebagai Satgas PHK, maka kami akan aktif di lapangan untuk melakukan pemulihan fungsi hutan di Provinsi Riau, kata Nursal Tanjung 


Selain itu, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Provinsi Riau aktif melakukan penertiban, terutama di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), dan melakukan tindakan terhadap perusahaan sawit ilegal di Riau. Tutup Nursal Tanjung

Siasat Licin Mafia BBM Simpang Granit: Isak Nainggolan Pindahkan Gudang ke Krampal, Kapolres Inhu Diduga Tutup Mata karena "Atensi"


Bedah Kasus My.Id| RENGAT, INDRAGIRI HULU 

Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Simpang Granit, Kecamatan Batang Gansal, kian mengkhawatirkan. Pengusaha berinisial Isak Nainggolan (IN), yang diduga kuat sebagai otak di balik jaringan ini, kini dilaporkan mulai mengubah taktik dengan memindahkan lokasi penimbunan (buang minyak) guna menghindari sorotan publik, meskipun hukum di tingkat lokal tetap bergeming.


Gudang Baru di Krampal dan Belakang Rumah

Berdasarkan informasi terbaru dari masyarakat dan hasil investigasi di lapangan, Isak Nainggolan kini memecah lokasi pembuangan BBM ilegalnya. Selain gudang utama yang selama ini beroperasi, aliran minyak subsidi dari SPBU Simpang Granit kini diduga kuat dilarikan ke gudang di kawasan Krampal serta gudang tersembunyi yang berada tepat di belakang kediaman pribadinya.


"Mereka sekarang makin berani. Minyak dari SPBU langsung dibuang ke gudang Krampal dan ada juga yang masuk ke gudang belakang rumah Nainggolan. Ini jelas taktik untuk mengelabui jika ada pemeriksaan, tapi anehnya Polsek dan Polres tetap diam," ungkap warga setempat kepada awak media, Jumat (20/03/2026).


Dugaan "Setoran" ke Kapolres dan Premanisme SPBU

Mandeknya tindakan tegas dari aparat penegak hukum di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu (Inhu) memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Muncul tudingan serius bahwa Isak Nainggolan telah memberikan "atensi" atau setoran rutin kepada pihak Kapolres Inhu dan Polsek Batang Gansal.


Dugaan gratifikasi ini disinyalir menjadi alasan mengapa armada operasional sebanyak 10 unit mobil pelangsir milik kelompok Nainggolan bebas keluar masuk SPBU setiap harinya tanpa hambatan. Mirisnya, masyarakat kecil yang ingin mengisi BBM justru sering mendapatkan intimidasi hingga terjadi perkelahian fisik dengan anak buah Nainggolan yang merasa menguasai SPBU Simpang Granit.


Masyarakat Riau Mengadu ke Kapolda dan Mabes Polri

"Kami sudah tidak percaya dengan penanganan di tingkat Polres Inhu. Setiap hari 10 ton minyak subsidi dirampok oleh mafia ini. Kami memohon kepada Bapak Kapolda Riau untuk segera turun tangan. Gerebek gudang di Krampal dan gudang di belakang rumah Nainggolan sebelum minyak itu hilang dijual ke industri," tegas seorang perwakilan warga Riau dengan nada geram.


Warga mendesak pihak berwenang untuk:


1. Gerebek Serentak: Melakukan penggeledahan di gudang Krampal dan gudang belakang rumah Isak Nainggolan.


2. Sita 10 Unit Armada: Menahan seluruh mobil operasional yang digunakan untuk melangsir minyak secara ilegal.


3. Audit SPBU Simpang Granit: Meminta BPH Migas mencabut izin SPBU No. 14.293.642 yang secara terang-terangan melayani mafia.


4. Periksa Kapolres Inhu: Meminta Divisi Propam Polri memeriksa dugaan aliran dana dari Isak Nainggolan kepada pimpinan kepolisian setempat.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Inhu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum maupun laporan perpindahan gudang ilegal tersebut.

Tim Redaksi: Basmi Nusantara

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done