Bedah Kasus My.Id| Pekanbaru, 19 Maret 2026
Warga Pekanbaru kembali heboh menyoroti praktik penimbunan BBM subsidi jenis solar di Jalan Melati, Kecamatan Bina Widya. Dugaan tidak main-main: oknum TNI, polisi, bahkan wartawan diduga terima uang bulanan untuk menutup mata dan meredam pihak yang ingin menindak!
Pantauan warga menunjukkan mobil tangki biru-putih keluar masuk gudang hampir setiap hari, diduga menyalurkan BBM subsidi ke pihak yang tidak berhak. Namun yang lebih memprihatinkan, oknum aparat dan wartawan nakal disebut sengaja membiarkan praktik ini berjalan, karena ada “kompensasi” bulanan untuk fungsi mereka masing-masing:
Oknum TNI – diduga menahan jajaran yang jujur agar tidak turun ke gudang.
Oknum Polisi – disebut menerima sogokan untuk meredam penyelidikan dan menghalangi penindakan.
Oknum Wartawan – membuat berita tandingan, menutupi sorotan publik, sekaligus menerima uang bulanan agar berita negatif tidak viral.
Tak hanya itu, beberapa SPBU di Pekanbaru ikut terseret dugaan praktik ilegal ini. Dari pengawas hingga manajemen, diduga membantu mengalihkan BBM subsidi ke pihak yang tidak berhak, mendapat keuntungan rutin.
Seorang warga geram:
“Ini sudah terang-terangan! Aparat yang seharusnya mengawasi malah diam. Semua orang bisa lihat, tapi semua seolah tutup mata!”
BBM subsidi adalah komoditas strategis negara. Setiap penyalahgunaan jelas merugikan negara dan masyarakat kecil yang berhak menerima.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun aparat penegak hukum. Publik menuntut penyelidikan tuntas, penindakan keras, dan transparansi penuh. Tidak ada toleransi bagi oknum nakal yang bermain dengan uang rakyat!
