Bedah Kasus My.Id| Bandar Lampung
Kualitas sayuran hidroponik hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terbukti kian diperhitungkan. Pada Selasa (03/02), Lapas ini resmi memenuhi pesanan rutin dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Sukajawa dengan kuota suplai mencapai 20 kilogram per minggu.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk pertanian Lapas memiliki standar mutu yang kompetitif. Untuk memastikan pesanan perdana ini sempurna, Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati didampingi Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Medi Oktafiansyah, turun langsung ke area hijau untuk melihat proses panen.
Jenis sayuran yang dipanen meliputi Pakcoy dan Selada segar. Kalapas tidak hanya sekadar memetik, namun melakukan Quality Control yang ketat. Ia memeriksa satu per satu kondisi sayuran, mulai dari kebersihan akar, kesegaran daun, hingga memastikan produk bebas hama.
"Ini adalah kepercayaan besar dari Dapur MBG. Jadi, kita harus pastikan apa yang kita kirim adalah kualitas terbaik. Sayurannya harus bersih, segar, dan higienis karena ini akan dikonsumsi masyarakat. Jangan sampai ada yang layu atau kotor," tegas Kalapas saat memeriksa hasil panen.
Setelah dipanen, sayuran tersebut langsung melalui proses penyortiran dan pengemasan yang rapi dan steril. Keberhasilan menembus pasar Dapur MBG ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus meningkatkan produktivitas, sekaligus membuktikan bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung mampu menjadi sentra ketahanan pangan yang produktif.
@pemasyarakatanlampung
@ikerahmawatiofficial
@kemenimipas
@giatjalapasbl
#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #HidroponikLapas #KetahananPangan #SuplierMBG #SayurSehat #ProduktivitasWBP #BandarLampung
