Bedah Kasus My.Id| ROKAN HILIR
Wakil Bupati Rokan Hilir menjadi sorotan publik setelah sebuah unggahan di media sosial Facebook atas nama Jhony Charles beredar beberapa hari yang lalu dan menuai beragam reaksi masyarakat .
Dalam unggahan tersebut, Wakil Bupati Jhony Charles dinilai lebih menampilkan keluhan di ruang publik digital. Padahal, sebagai wakil kepala daerah, ia diharapkan hadir dengan langkah konkret dan solusi strategis guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah kalangan menilai, ruang media sosial bukanlah tempat utama bagi seorang pejabat publik untuk meluapkan kegelisahan institusional.
Publik menaruh ekspektasi tinggi agar kepemimpinan daerah ditunjukkan melalui kerja nyata, terukur, dan berorientasi pada hasil, bukan sekadar narasi keluhan yang berpotensi menimbulkan persepsi lemahnya tata kelola pemerintahan.
Seorang pemuda Rokan Hilir yang berdomisili di Bagansiapiapi, Zulfan A. Dahlan, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai unggahan tersebut kurang mencerminkan postur kepemimpinan seorang wakil kepala daerah.
“Masyarakat tidak membutuhkan keluhan di media sosial. Yang diharapkan adalah kinerja nyata, terobosan kebijakan, serta langkah konkret dalam menggerakkan ekonomi daerah dan membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya'Selasa 28/2/2026.
Menurutnya, jabatan publik adalah amanah besar yang menuntut ketegasan, ketahanan mental, dan kemampuan problem solving yang kuat. Oleh karena itu, energi kepemimpinan seharusnya difokuskan pada percepatan pembangunan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta perbaikan infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat.
Sorotan ini menjadi pengingat bahwa di era keterbukaan informasi, setiap pernyataan pejabat publik di ruang digital akan dibaca sebagai representasi kapasitas kepemimpinan. Masyarakat Rokan Hilir kini menanti pembuktian melalui kerja nyata yang berdampak langsung, bukan sekadar curahan di media sosial..
Editor : Redaksi
