Bedah kasus My.Id|ROKAN HILIR – Dugaan penyelewengan anggaran dalam pengadaan mesin nelayan tahun 2023 di Kabupaten Rokan Hilir kembali mencuat. Masyarakat nelayan mendesak aparat penegak hukum (APH) segera membuka kembali penyelidikan kasus yang hingga kini bak hilang ditelan bumi, tanpa kepastian hukum.(14/8/2025)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dinas Perikanan Rokan Hilir pada 2023 lalu menyalurkan bantuan peralatan kapal nelayan berupa mesin, kipas, dan gearbox. Namun, terendus dugaan permainan merek mesin. Dalam dokumen awal disebutkan mesin yang diadakan adalah merek Jiandong, namun yang sampai ke tangan nelayan justru merek JF.
Sumber internal menyebut selisih harga antara kedua merek tersebut cukup signifikan. Dugaan mark-up pun tak terhindarkan, mengingat anggaran yang digunakan bersumber dari uang rakyat.
“Kasus ini jangan sampai terkubur. Kami minta APH bergerak, periksa pejabat terkait, telusuri proses pengadaan, dan buka siapa yang bermain di baliknya,” tegas salah satu nelayan
Masyarakat akan menunggu sampai kasus ini terang menerang jangan ada yang di tutupi, sampai kapan masyarakat nelayan ditindas oleh oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab. (Red)
