Bedah kasus My.Id|Jakarta, 9 Juli 2025 – Dalam semangat memperkuat jaringan moral dan intelektual gerakan pemuda antikorupsi, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (DPP GPMI), Rahmat Pratama, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Kombes Pol (Purn) Endang Tarsa, SH, MH, tokoh hukum nasional dan mantan Direktur Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI).
Silaturahmi tersebut berlangsung penuh kehangatan dan diskusi yang sangat substansial, menyentuh berbagai aspek penting tentang pemberantasan korupsi, moralitas kekuasaan, independensi lembaga penegak hukum, serta peran generasi muda dalam menyelamatkan masa depan bangsa dari penyakit akut korupsi struktural.
Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu, Rahmat Pratama menegaskan komitmen DPP GPMI sebagai organisasi pemuda-mahasiswa yang tidak hanya bergerak pada isu-isu sosial dan pendidikan, tetapi juga mengambil posisi tegas dalam mengawal jalannya pemberantasan korupsi di Indonesia.
> *“Kami datang bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi menimba ilmu, menggali pengalaman, dan memohon arahan langsung dari salah satu sosok penting dalam sejarah penegakan hukum di negeri ini. Bapak Endang Tarsa adalah simbol keberanian, integritas, dan dedikasi yang seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda,”* tegas Rahmat Pratama.
Rahmat menambahkan bahwa dalam konteks hari ini, gerakan mahasiswa tidak cukup hanya turun ke jalan, tetapi juga harus memiliki fondasi intelektual dan pemahaman hukum yang kuat, agar suara mereka menjadi argumen, bukan hanya seruan kosong.
Sementara itu, Kombes Pol (Purn) Endang Tarsa menyambut hangat kedatangan Rahmat Pratama dan rombongan GPMI. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi hari ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks, termasuk potensi pelemahan institusi penegak hukum melalui politik dan kepentingan oligarki.
> *“Yang kita butuhkan bukan hanya keberanian, tapi juga konsistensi dan integritas. Anak muda jangan hanya lantang di luar, tapi lemah dalam prinsip. Jadilah pemimpin masa depan yang berpihak pada keadilan dan kebenaran,”* ujar Endang Tarsa dalam pernyataan penuh semangat.
Beliau juga mengapresiasi GPMI sebagai organisasi pemuda yang konsisten mengangkat isu-isu krusial bangsa dan menempatkan nilai antikorupsi sebagai inti perjuangan organisasi.
Pertemuan ini juga membahas peluang kolaborasi moral dan edukasi nasional antara tokoh-tokoh hukum senior dan organisasi kepemudaan, khususnya dalam bentuk:
* Diskusi publik bertema “Pemuda, Etika, dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi”
* Pelatihan hukum antikorupsi untuk kader GPMI
* Program magang atau mentoring bersama tokoh-tokoh mantan penegak hukum
* Advokasi bersama dalam mengawal kasus-kasus besar yang merugikan keuangan negara
> *“Kami percaya, perubahan besar hanya mungkin terwujud jika moral dan ilmu pengetahuan bersatu. Dan pertemuan ini adalah langkah awal yang penuh harapan,”* tambah Rahmat.
Di tengah meningkatnya suhu politik dan ketegangan antara masyarakat sipil dengan kekuasaan, GPMI menegaskan tidak akan mundur atau bungkam dalam menyuarakan keadilan, transparansi, dan pemerintahan bersih.
Rahmat juga mengungkap bahwa ke depan GPMI akan lebih aktif terlibat dalam pengawasan kebijakan, terutama pada daerah-daerah yang rentan dikendalikan oleh kepentingan elite lokal, termasuk dengan menyiapkan laporan-laporan advokasi dan data lapangan untuk mendorong KPK, Kejaksaan Agung, maupun Bareskrim bertindak lebih berani.
Silaturahmi ini bukan hanya menjadi forum temu generasi, tetapi juga ruang bertemunya pengalaman dan semangat baru. Rahmat Pratama menegaskan bahwa GPMI siap melanjutkan estafet perjuangan tokoh-tokoh seperti Endang Tarsa dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi, adil, dan bermartabat.
