Bedah Kasus My.Id| PEKANBARU
Praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat. Kali ini, dugaan kuat mengarah pada keterlibatan oknum petugas keamanan (security) dan operator pompa di sebuah SPBU di kawasan Jl. Imam Munandar, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang beredar, aktivitas mencurigakan terjadi pada Senin dini hari (30/03/2026) sekitar pukul 00.34 WIB. Terlihat sebuah kendaraan pickup melakukan pengisian BBM dalam jumlah tidak wajar pada jam rawan, yang diduga kuat merupakan bagian dari praktik pelangsiran.
Modus yang digunakan terindikasi bukan hal baru. Pelangsir memanfaatkan kelonggaran pengawasan di malam hari untuk mengisi BBM bersubsidi secara berulang menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi. Lebih memprihatinkan, praktik ini diduga difasilitasi oleh oknum internal SPBU sendiri.
“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa, tapi sudah mengarah pada praktik terorganisir. Jika benar ada keterlibatan security dan operator, maka ini bentuk pengkhianatan terhadap hak masyarakat,” ujar salah satu
sumber yang enggan disebutkan namanya.
BBM bersubsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, nelayan, dan pelaku usaha mikro. Namun, aksi pelangsiran yang diduga dibekingi oknum justru membuat distribusi menjadi tidak tepat sasaran. Dampaknya, masyarakat yang berhak seringkali kesulitan mendapatkan BBM dengan harga subsidi.
Praktik ini juga berpotensi melanggar hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana bagi pihak yang menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait. Namun, publik mendesak adanya investigasi menyeluruh dan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi harus diperketat. Aparat penegak hukum diminta tidak tutup mata terhadap praktik yang merugikan negara dan masyarakat kecil ini.
Jika dibiarkan, mafia BBM akan terus hidup—menguras subsidi, menindas rakyat.
