Bedah Kasus My.Id| Bandar Lampung
Ada pemandangan berbeda dalam rutinitas pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung, Selasa (03/02). Jika biasanya deteksi dini identik dengan keseriusan dan ketegangan pemeriksaan, kali ini Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati menghadirkan wajah pengamanan yang lebih cair namun tetap waspada: Kebersamaan.
Menyadari bahwa rutinitas harian bisa memicu kejenuhan, Kalapas mengajak jajaran pejabat struktural dan regu pengamanan untuk menjadikan kegiatan kontrol keliling ini sebagai ajang penguatan soliditas tim. Mereka bergerak dalam satu komando, menyisir blok hunian bukan sebagai atasan dan bawahan, melainkan sebagai satu kesatuan tim yang utuh.
"Keamanan itu dinamis, musuh terbesarnya adalah kelengahan karena merasa 'sudah biasa'. Makanya hari ini kita bangun suasananya dengan kebersamaan. Kalau petugasnya kompak dan happy, insting deteksinya justru akan lebih tajam," ujar Ike Rahmawati.
Dalam giat tersebut, mata jeli petugas tetap menyisir sudut-sudut rawan dan kondisi fisik bangunan. Namun, pendekatannya terasa lebih humanis. "Gembok" keamanan kali ini bukan hanya besi yang terpasang di pintu, melainkan interaksi hangat antara petugas dan warga binaan. Sapaan "Selamat Pagi" dan obrolan ringan menjadi alat deteksi dini yang ampuh untuk membaca situasi psikologis penghuni.
Melalui konsistensi yang dibalut keharmonisan ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung ingin menegaskan bahwa keamanan tidak harus selalu tampil dengan wajah garang. Kekompakan internal petugas dan pendekatan persuasif justru menjadi fondasi paling kokoh dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib).
@pemasyarakatanlampung
@ikerahmawatiofficial
@kemenimipas
#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #SoliditasPetugas #HumanSecurity #KamtibKondusif #SentuhanHumanis #BandarLampung
