Bedah kasus My.Id|ROKAN HILIR – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi S.Sos, memimpin rapat koordinasi sekaligus evaluasi persiapan menghadapi penilaian Adipura tahun 2025. Rapat tersebut digelar di Aula Kantor DLH Rohil, Jalan Perkantoran Batu Enam, Kamis (4/9/2025).
Selain Suwandi, kegiatan itu turut diikuti oleh Sekretaris DLH, para kepala bidang, ASN, P3K, koordinator lapangan, hingga pengawas kebersihan dan taman. Seluruh jajaran dilibatkan guna memastikan persiapan berjalan maksimal.
Dalam keterangannya, Suwandi menegaskan bahwa penilaian Adipura tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibanding tahun sebelumnya, baik dari sisi teknis maupun lokasi penilaian. Karena itu, pihaknya meminta seluruh tim untuk bekerja lebih fokus, terutama dalam menjaga kebersihan taman kota serta sistem pengelolaan sampah.
> “Kami ingin memastikan Bagansiapiapi benar-benar terlihat bersih dan tertata, khususnya di titik-titik yang menjadi lokasi penilaian. Target kita jelas, bagaimana Kabupaten Rokan Hilir kembali layak membawa pulang Piala Adipura tahun ini,” ujar Suwandi.
Ia juga mengingatkan bahwa tahun ini terdapat tambahan kategori penilaian, yakni kota terkotor. Dengan adanya kategori tersebut, ia berharap Rohil tidak sampai masuk dalam daftar tersebut.
Lebih lanjut, Suwandi menyoroti pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bagansiapiapi. Menurutnya, TPA wajib menerapkan sistem minimal control landfill atau sanitary landfill, sehingga yang ditangani di TPA hanyalah residu sampah. Sementara di hulu, proses pengelolaan sampah harus sudah mengedepankan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Adapun tingkatan penilaian Adipura 2025 terbagi ke dalam empat kategori, yaitu:
1. Kota terkotor
2. Sertifikat Adipura
3. Piala Adipura
4. Adipura Kencana
Editor : Redaksi
