Bedah kasus My.Id|PEKANBARU – Provinsi Riau mendapat alokasi dana sebesar Rp25,12 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 melalui skema Transfer ke Daerah (TKD). Kucuran dana tersebut ditujukan untuk memperkuat sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan di 12 kabupaten/kota se-Riau.
Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan sejumlah proyek strategis siap digulirkan tahun ini. Salah satunya pembangunan flyover Garuda Sakti di Pekanbaru yang diyakini mampu mengurai kemacetan di kawasan padat lalu lintas.
“Selain flyover, ada proyek peninggian badan jalan di ruas Kerinci yang rawan banjir, penataan kawasan wisata sejarah Candi Muara Takus, serta pembangunan turap di Indragiri Hulu untuk mengantisipasi banjir dan longsor,” ujar Gubri.
Ia menambahkan, Program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) akan menjadi prioritas guna memperlancar konektivitas antarwilayah. Menurutnya, percepatan pembangunan tidak hanya memberi kenyamanan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Riau.
“Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan di Bumi Lancang Kuning,” tegasnya.
Dari total dana Rp25,12 triliun, Pemprov Riau sendiri mendapatkan Rp4,19 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada program prioritas seperti pengembangan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, dan penguatan sektor pendidikan.
Meski begitu, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau mengingatkan adanya potensi tantangan di tahun 2026. Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2026, dana transfer ke daerah diperkirakan akan dipangkas hingga 25 persen. Jika skema ini diterapkan, Riau berpotensi kehilangan sekitar Rp6,39 triliun tahun depan.
Kondisi ini membuat pemanfaatan dana 2025 menjadi sangat penting. Pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan proyek-proyek yang ada, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sebelum alokasi anggaran menyusut.
Sumber: Cakaplah
