Bedah kasus My.Id|Rohil – Polemik soal Pj Penghulu (Kepala Desa) Munawaroh terus memanas. Berita yang dirilis salah satu media online pada 16 Agustus 2025 menyebut Munawaroh sebagai sosok transparan dan terbuka. Namun, klaim itu dinilai menyesatkan dan tidak sesuai fakta.
Pemberitaan tersebut langsung mendapat bantahan keras dari Pimpinan Redaksi Pesisirbertuah, Andre Daeng, serta Wakil Ketua PD KAMI (Komunitas Aktivis Muda Indonesia), Aikev Firdaus.
Kronologi dan Bantahan
Pj Munawaroh disebut-sebut membuat narasi hoax dengan melibatkan media lain untuk membangun citra positif. Namun, narasi itu dibantah keras oleh Andre Daeng.
“Itu narasi bisa dibuat-buat ya. Transparan dan terbuka dari mana?” tegas Andre sambil tersenyum sinis.
Ia bahkan menyinggung baliho kegiatan yang baru dipasang di depan kantor desa. “Itu baliho karena siapa? Karena desakan siapa? Bukti dan fakta semua ada di HP saya. Jangan sebarkan kebohongan,” ucapnya.
Andre juga menegaskan dirinya lahir dan besar di Bagan Jawa Pesisir sehingga sangat paham kondisi desa. “Kalian boleh tanya sekdes atau bendahara desa. Spanduk itu baru terpasang Jumat kemarin, sedangkan Pj sudah duduk berbulan-bulan. Sinkron nggak dengan narasi kalian?” sindirnya.
Dugaan Intimidasi
Wakil Ketua PD KAMI, Aikev Firdaus, ikut angkat suara. Ia menyebut Pj Munawaroh bukan hanya menyebarkan hoax, tapi juga diduga melakukan intimidasi terhadap Andre Daeng dan rekannya.
“Pj kemarin menekan mereka dengan cara memanggil anggota berseragam dan oknum wartawan untuk membekap. Itu bentuk intimidasi,” kata Aikev.
Ia menilai praktik backing oleh oknum aparat atau oknum wartawan terhadap Pj penghulu jelas salah dan melanggar hukum. “Berita harus sesuai fakta, bukan dibuat-buat,” tegasnya.
Tuntutan Hukum dan SK
PD KAMI kini menuntut Pemkab Rohil untuk bertindak tegas. “Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir meninjau ulang SK Pj Penghulu Munawaroh,” ujar Aikev.
Selain itu, PD KAMI juga mendorong aparat hukum untuk turun tangan. “Kami minta Kejati Riau dan Kejari Rohil memeriksa Pj Munawaroh karena sudah arogan dan menyebar hoax,” pungkasnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik. Warga menunggu apakah dugaan penyebaran berita hoax dan intimidasi yang menyeret Pj Penghulu Munawaroh benar-benar akan ditindaklanjuti secara hukum maupun administratif.
Sumber: PesisirBertuah.com
