Bedah kasus My.Id| Pekanbaru, || untuk menyikapi klarifikasi dari media Gohukrim itu tidak mendasar. Kami tim media tidak menyangkut tentang yang namanya Erianto Sidabutar. Pemberitaan yang kami tayangkan jelas dari investigasi kami dilapangan. Sehingga dari hasil kami dilapangan maka kami berikan konfirmasi kepada yang bersangkutan maka publikasipun ditayangkan.
Pemilik media Gohukrim.com jangan asal bicara, sebagai seorang jurnalis jangan menutupi yang salah. Kami dari tim akan buktikan bahwa Poto yang ditampilkan benar bukan rekayasa. Dan dari bukti yang kami dapat hasil dari investigasi dilapangan.
Pemilik Gohukrim harus mengetahui pemberitaan yang kami tayangkan sebelumnya sudah kami konfirmasi sebagai pertimbangan pemberitaan yang akan kami publikasikan. Namun saat konfirmasi tidak ada sanggahan maka kami anggap benar dan terbukti.
Dan jelas semua yang kami sampaikan dan lakukan dengan bertahap sebagai wujud kami sebagai profesi jurnalis. Kita akan buktikan apakah media Gohukrim sebagai pemberi berita hoak atau berita yang kami tayangkan sebagai berita hoak.
Disini tidak ada pencitraan, tidak ada bayaran, semuanya murni untuk di ketahui oleh masyarakat khususnya untuk masyarakat tenayan Raya kota Pekanbaru.
Dengan demikian, media yang kami tayangkan bukan hasil kutipan dan ini jelas fakta serta informasi yang akurat.
Dalam ungkapan Silalahi bahwa "Jika memang merasa dirugikan dalam pemberitaan kenapa pihak pemilik gudang tidak melakukan sanggahan pada saat konfirmasi. Dan itu sudah jelas sebagai wujud kami mendasar dalam menayangkan sebuah pemberitaan sesuai dengan kode etik jurnalistik.
