Janji Manis Jhoni Charles Wakil Bupati Rohil Viral Lagi, masyarakat murka janji 1 pun tidak ada di tepati. - BEDAH KASUS

Minggu, 10 Agustus 2025

Janji Manis Jhoni Charles Wakil Bupati Rohil Viral Lagi, masyarakat murka janji 1 pun tidak ada di tepati.


Bedah kasus My.Id|ROKAN HILIR
– Sebuah potongan video kampanye lama kembali menjadi sorotan panas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhoni Charles, tengah berorasi di Kota Bagan Siapiapi, Kelurahan Bagan Kota, Kecamatan Bangko kabupaten Rokan hilir. Saat itu, suasana kampanye penuh antusiasme, dan Jhoni dengan percaya diri melontarkan janji:


“Jika saya menang, gaji honorer akan saya naikkan. Saat ini gaji mereka masih di bawah standar.”


Janji itu diucapkan lantang di depan masyarakat. Namun, harapan yang pernah ditabur berubah menjadi kekecewaan mendalam. Setelah terpilih, bukannya memperjuangkan nasib para honorer, justru banyak honorer diberhentikan secara sepihak.


Kekecewaan ini berubah menjadi kemarahan publik. Video kampanye tersebut kembali diunggah oleh warga, menyebar cepat di berbagai platform dan media sosial lain nya, dan memicu gelombang kritik pedas. Netizen menilai ucapan itu hanyalah “pemanis bibir” untuk meraih simpati dan suara, tanpa niat sungguh-sungguh untuk merealisasikannya.


Jhoni Charles wakil bupati justru selalu mengatakan di kolom komentar media sosial warga , “Tanyakan kepada yang pegang pena”, seakan melempar tanggung jawab kepada Bupati Haji Bistamam. Kalimat ini justru memancing spekulasi di tengah masyarakat: apakah duet pemimpin Rohil saat ini sudah retak, atau kapal pemerintahan sudah pecah haluan di tengah jalan?


Kemarahan rakyat makin memuncak karena kondisi perekonomian Rokan Hilir sedang tidak baik-baik saja. Belum reda persoalan honorer, empat hari lalu nelayan di daerah ini tidak bisa melaut. Penyebabnya: mereka tidak diizinkan membeli solar dengan jeregen, padahal bahan bakar itu adalah nyawa bagi perahu-perahu mereka.

Masyarakat berharap ada kebijakan cepat dari pemimpin daerah, namun sosok yang dulu lantang di panggung kampanye kini tak terlihat di lapangan.


Bagi rakyat, pemimpin bukan hanya sekadar jabatan atau gelar. Pemimpin adalah mereka yang berani memegang ucapannya, berdiri paling depan saat rakyat susah, dan tidak meninggalkan janji-janji hanya sebagai kenangan masa kampanye.


Kini, rakyat Rokan Hilir menunggu—apakah janji manis itu akan ditepati, atau akan tetap menjadi potongan video yang berulang kali diputar sebagai pengingat bahwa kekuasaan bisa membuat orang lupa pada ucapannya sendiri.


“Dulu hadir dengan janji di podium, sekarang rakyat mencari-cari di mana pemimpinnya saat penderitaan melanda. Apakah pemimpin kita hanya hadir saat butuh suara, lalu menghilang saat rakyat butuh dibela?”(red) 


Jangan pancing kemarahan rakyat, ingat kekuasaan yang paling tinggi itu rakyat, jangan sampai kalian diturunkan oleh rakyat secara tidak terhormat (Red).

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done