Bedah kasus My.Id|DUMAI – Di tengah slogan “perang terhadap penyakit masyarakat”, bau busuk perjudian gelper kembali menyengat di Dumai. Di Jl. Banyumas, Bukit Kapur, satu lokasi hiburan berkedok game ketangkasan justru bebas beroperasi. Ironisnya, dugaan keterlibatan oknum aparat membuat hukum seolah mati kutu di hadapan mesin-mesin haram ini.
Pintu Tertutup, Mesin Berputar
Jumat malam, 1 Agustus 2025 pukul 22.17 WIB, investigasi Target Operasi News menemukan kejanggalan. Dari luar, pintu lokasi terkunci rapat. Tapi di baliknya, suara denting mesin dan sorakan pemain membahana—tanda taruhan sedang berlangsung.
Operator Disebut Dekat dengan Aparat
Nama Putra Nainggolan santer disebut sebagai pengelola. Lebih panas lagi, ada inisial GB—diduga aparat penegak hukum aktif—yang justru menjadi “pengatur lalu lintas” bisnis ini. Alih-alih menutup, malah diduga ikut menikmati aliran uang dari mesin haram tersebut.
Laporan Warga Hilang di Meja Polisi
Warga mengaku sudah melapor berkali-kali. Tapi Kapolsek Bukit Kapur dan Kapolres Dumai masih bungkam.
"Hukum cuma berani ke rakyat kecil. Kalau lawannya oknum berseragam, langsung kuncup," ujar seorang warga geram.
Pelanggaran Hukum Berlapis
Praktik ini terindikasi melanggar Pasal 303 KUHP (perjudian, ancaman 10 tahun penjara), UU ITE terkait transaksi digital, hingga Pasal 421 KUHP (penyalahgunaan kekuasaan).
“Pembiaran Sistemik!”
Tokoh pemuda setempat menuding ini bukan lagi kelalaian.
"Anak muda rusak, ekonomi rakyat habis, aparat cuma menonton. Ini pembiaran sistemik," tegasnya.
Desakan Naik ke Polda dan Mabes
Gelombang tuntutan agar Kapolda Riau dan Mabes Polri turun langsung kian membesar. Jika dugaan keterlibatan oknum aparat terbukti, ini bukan sekadar pelanggaran disiplin—tapi kejahatan terorganisir yang berlindung di bawah seragam.
EDITORIAL: Integritas Aparat di Titik Nol
Menutup satu titik judi saja tak sanggup, bagaimana rakyat percaya hukum bisa menindak kejahatan yang lebih besar? Dumai kini sedang menguji nurani para penegak hukum. Jika mereka gagal membersihkan diri, rakyat akan mengingat siapa yang memilih diam, dan siapa yang berani berdiri di sisi kebenaran.
