Bedah kasus My.Id|Rokan Hilir- Di tengah derita ekonomi rakyat dan badai efisiensi anggaran yang dikampanyekan Presiden Prabowo, Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir justru memilih kenyamanan mewah: membeli mobil Toyota Alphard 2.5 HV yang harganya ditaksir mencapai Rp1,38 miliar per unit (OTR Jakarta, 2025).
Data ini terkuak dari situs resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan kode RUP 58953884, yang mencantumkan paket belanja kendaraan dinas mewah untuk Bupati, Wakil Bupati, dan beberapa pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Rokan Hilir.
Langkah ini sontak memicu gelombang kemarahan masyarakat. Banyak tenaga honorer di Rokan Hilir justru baru saja dirumahkan, dengan alasan pemangkasan anggaran dan arahan efisiensi dari pusat.
> "Ini penghinaan terhadap penderitaan rakyat. Mereka beli Alphard, sementara rakyat makan nasi dengan garam. Di mana hati nurani mereka?" Tegas seorang pemuda Kecamatan Bangko.
Padahal, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah berkali-kali memperingatkan kepala daerah untuk menunda pembelian mobil dinas dan fokus pada pelayanan masyarakat kesejahteraan masyarakat.
Jangan ada kepala daerah yang berpesta pora di atas luka rakyat.”
Kritik pun datang dari berbagai lapisan. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa pembelian mobil mewah di tengah krisis ekonomi merupakan pengkhianatan terhadap amanah masyarakat.
Keputusan ini dinilai sebagai bentuk pemborosan yang menyakiti hati rakyat kecil. Apalagi Alphard bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol kemewahan pejabat di tengah krisis kepercayaan publik terhadap birokrasi.
Sampai berita ini diturunkan, Bupati H.Bistamam dan Wakil Bupati Jhoni Charles belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik pembelian Alphard ini.(RED)
