Bedah kasus My Id|Jakarta – Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (9/7/2025), mendadak menjadi perbincangan hangat. Massa aksi yang membawa isu dugaan ijazah palsu Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, disebut-sebut bukan berasal dari masyarakat Rohil sendiri.
Aksi tersebut di duga bayaran dari Muhajirin Siringo-ringo, sosok kontroversial yang sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Riau atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Dalam laporan tersebut, Muhajirin diduga menyebarkan dokumen pribadi Bupati Bistamam di grup WhatsApp, termasuk KTP dan salinan ijazah yang dijadikan dasar tuduhan pemalsuan.
Namun yang lebih menghebohkan, aksi yang digelar di Jakarta itu justru dinilai mencurigakan karena diduga menggunakan massa dari luar daerah. Banyak peserta aksi yang tak dikenal sebagai warga Rokan Hilir, bahkan secara fisik dan logat bicara menunjukkan ciri khas masyarakat dari kawasan timur Indonesia.
“Banyak yang bukan orang Rohil. Wajah dan dialeknya berbeda. Kami warga asli Rohil yang tinggal di Jakarta saja tidak kenal siapa mereka,” ujar salah satu masyarakat yang tinggal di Jakarta
Tudingan terhadap ijazah Bupati Bistamam pun dianggap tidak berdasar dan sarat muatan politik. Sejumlah pihak menduga ada upaya sistematis untuk menjatuhkan Bistamam, yang saat ini tengah gencar menjalankan program-program pro-rakyat di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Kubah tersebut.
"Sudah jelas ini bukan aspirasi murni warga Rohil. Ini permainan elit yang menunggangi isu pendidikan untuk kepentingan tertentu. Kalau benar ada pelanggaran, tempuh jalur hukum, bukan mobilisasi massa yang tak jelas asal-usulnya," ujar warga lainnya.
desakan agar pemerintah pusat tidak terpengaruh isu sepihak yang tidak disertai bukti hukum yang sah, terus menguat dari berbagai elemen masyarakat Rohil.
