Masyarakat Desa Sekayan Minta Polsek Kemuning Tangkap Gerombolan Preman Pelaku Perusakan dan Pemukulan - BEDAH KASUS

Selasa, 10 Maret 2026

Masyarakat Desa Sekayan Minta Polsek Kemuning Tangkap Gerombolan Preman Pelaku Perusakan dan Pemukulan


Bedah Kasus My.Id| INHIL 

Berita viral di medsos penindasan secara membabi buta terhadap masyarakat desa Sekayan  kecamatan Kemuning kabupaten Inhil provinsi Riau ( Sabtu 7/3/2026) aksi kekerasan kelompok preman membawa senjata tajam  ( sesuai video yang direkam masyarakat )


Selasa 10/3/2026 beberapa awak media menyambangi masyarakat Sekayan, dari keterangan yang disampaikan korban yang mendapatkan kekerasan fisik pada Sabtu (7/3/2026) pukul 10:30 WIB. Sejumlah 28 preman yang datang dengan 14 unit sepeda motor, diduga merupakan kelompok yang mengklaim sebagai "petugas negara", 


Dari keterangan masyarakat Sekayan sekelompok preman tersebut diduga memiliki identitas Aritonang,  Bandot alias Tarman, Mangunsong dan Palopo


mereka mengklaim lahan tersebut akan diambil alih atas surat tugas dari ROSMELI. Mereka juga mengklaim bahwa kebun tersebut ilegal, 


Dalam situasi Perdebatan yang semakin memanas berujung kekerasan, gerombolan premanpun mengoroyok Rijal Hasibuan, Rimson Sihombing dan Andi Saputra Siagian. Korban-korban tersebut mengalami luka robek di mulut dan bibir pecah, serta kepala  terluka ,( dianjurkan visum)


gerombolan preman terus berupaya untuk mengusir masyarakat bahkan mendorong masyarakat ke Parit dengan kekuatan yang tidak sebanding dan pos jaga dan palang pintu. 


Beberapa saksi juga melihat atas insiden kekerasan tersebut, bahkan ikut memberikan keterangan di Polsek Kemuning.


Ironisnya Frinando Situmeang ( salah satu saksi)  melihat dengan jelas yang diduga  senjata api berupa Pistol yang terjatuh dari pinggang salah satu preman. Melihat ada senpi, membuat masyarakat lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri. 


Polisi tiba di lokasi pukul 13:00 WIB guna meredam keributan yang terjadi dan memeriksa preman-preman tersebut, yang kemudian meninggalkan lokasi dengan 14 sepeda motor. 


Tidak terima dengan aksi koboi gerombolan preman, Frinando dan 3 orang karyawan yang mengalami kekerasan membuat laporan ke Polsek Kemuning. Frinando dan kawan- kawan berharap pihak Polsek Kemuning untuk segera menangkap preman- preman yang telah melakukan kekerasan, bahkan menurut Frinando Situmeang ia dan kawan- kawan nya merasa takut dan trauma atas insiden itu, ' lindungi kami pak Polisi kami sangat trauma, tegasnya.


Diakhir penyampaian Frinando memohon kepada pihak Polsek Kemuning dan Polres Inhil agar segera enangkap para pelaku dan diproses secara hukum, tutup Frinando Situmeang.


Diwaktu terpisah awak media berupaya untuk menyambangi Kompol M. Simanungkalit, kepada awak media Kapolsek Kemuning berjanji akan memberikan pelayanan yang terbaik namun sampai hari ini pihak Polsek telah menerima Dumas dari masyarakat.


Ditanyak terkait keberadaan senpi yang disampaikan masyarakat, Kapolsek menegaskan didalam laporan tidak menyampaikan namun yang disampaikan mereka hanya laporan tindakan kekerasan, ucap M Simanungkalit.

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done