Bedah kasus My.Id| ROHIL
Komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam memajukan dunia pendidikan kembali ditegaskan. Fokus utama pembangunan sektor pendidikan saat ini adalah memastikan tidak ada satu pun anak di Rohil yang putus sekolah, baik di tingkat SD maupun SMP, negeri maupun swasta.
Senada dengan arahan Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, yang menekankan pentingnya perlindungan hak pendidikan bagi seluruh anak daerah, anggota DPR RI Komisi X, Hj. Karmila Sari, S.Kom., MM., turut menyuarakan komitmen yang sama dalam pembahasan Program Indonesia Pintar (PIP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil.
Dalam pernyataan terbarunya, Hj. Karmila Sari menegaskan bahwa batas akhir pengumpulan data PIP serta usulan revitalisasi melalui jalur aspirasi ditetapkan paling lambat 25 Februari 2026. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari Dinas Pendidikan hingga satuan pendidikan, bekerja cepat dan akurat agar tidak ada siswa yang terlewat.
"Kami minta data PIP dan usulan revitalisasi aspirasi sudah terkumpul paling lambat 25 Februari 2026. Ini penting agar proses pengusulan dan realisasi bantuan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran," tegasnya, Jum'at (13/2/2026) dikonfirmasi via whatsapp.
Ia juga menyampaikan kabar baik bahwa saat ini siswa dengan orang tua berstatus ASN sudah dapat menerima bantuan PIP Aspirasi, khususnya untuk golongan II ke bawah. Kebijakan ini diharapkan memperluas akses bantuan pendidikan tanpa mengabaikan prinsip keadilan sosial.
Selain itu, Hj. Karmila Sari menekankan peran aktif kepala sekolah dalam memastikan pencairan dana PIP benar-benar diterima oleh siswa atau orang tua masing-masing.
Ia meminta agar kendala administratif seperti persoalan KTP, aktivasi rekening bank, maupun faktor jarak lokasi tidak menjadi penghambat pencairan bantuan.
"Pastikan kepala sekolah memantau proses pencairan ke rekening masing-masing orang tua atau siswa. Jangan sampai kendala administrasi atau lokasi yang jauh ke bank menjadi alasan anak tidak menerima haknya," ujarnya.
Menurutnya, pengawasan bersama dan koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, sekolah, dan perwakilan rakyat di pusat menjadi kunci suksesnya pelaksanaan program ini.
Sejalan dengan visi Bupati Rohil H. Bistamam, Hj. Karmila Sari berharap pemanfaatan Program Indonesia Pintar dapat semakin optimal sehingga angka putus sekolah di Rohil dapat ditekan hingga nol.
"Target kita jelas, jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Jika program ini dimanfaatkan dengan baik, insya Allah Rohil akan memiliki generasi yang unggul dan berdaya saing," tutupnya.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap pendidikan di Rokan Hilir bukan sekadar wacana, melainkan komitmen bersama demi masa depan anak-anak Rohil yang lebih cRedak
Editor: Redaksi
