Kinerja Bank Rohil 2025 Melejit, Aset hingga Laba Tumbuh di Atas 30 Persen - BEDAH KASUS

Rabu, 25 Februari 2026

Kinerja Bank Rohil 2025 Melejit, Aset hingga Laba Tumbuh di Atas 30 Persen


Bedah kasus My.Id| JAKARTA 

Kinerja PT BPR Rokan Hilir (Perseroda) / Bank Rohil sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dengan pertumbuhan bisnis di kisaran 30–40 persen pada berbagai indikator utama. Peningkatan terjadi pada aset, penyaluran kredit, hingga laba bersih, yang diikuti perbaikan kualitas kredit serta kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.


Direktur Utama Bank Rohil, Wan Muhamad Kudri, menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil penerapan strategi growth terkendali yang konsisten dibarengi penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan.


“Kami tidak mengejar pertumbuhan semata, tetapi membangun pertumbuhan yang berkualitas melalui disiplin risiko dan dukungan fungsi legal yang kuat,” ujarnya saat presentasi kepada Dewan Juri Top BUMD Awards 2026 melalui Zoom, 20 Februari 2026.


Dalam kesempatan itu, Kudri didampingi Direktur Nurasiah, bersama jajaran manajemen: Kabag Bisnis Ernawati, Kabag Kepatuhan dan Manajemen Risiko Zulham Efendi, Kabag SKAI Azlan, Kabag Operasional Tomy Jefri, serta Kabag Legal Ilham Kurniawan.


Sepanjang 2025, aset Bank Rohil tumbuh 36,03 persen menjadi sekitar Rp270,21 miliar. Penyaluran kredit meningkat 35,76 persen menjadi Rp205,61 miliar, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.


Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif. Produk tabungan mencatat pertumbuhan tertinggi, naik 41,97 persen menjadi Rp139,37 miliar. Sementara itu, laba bersih melonjak 45,02 persen menjadi Rp8,49 miliar.


Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL gross) berhasil ditekan dari 7,62 persen menjadi 6,29 persen. Penurunan ini didorong penguatan fungsi legal, penerapan early warning system, serta pendekatan risk-based banking sejak tahap analisis kredit.

“Penilaian risiko kami perketat sejak awal, sehingga kualitas kredit meningkat dan risiko bisa ditekan,” kata Kudri.


Manajemen menilai kinerja positif tersebut merupakan hasil kombinasi perbaikan tata kelola, penataan organisasi berbasis kinerja, serta inovasi digital yang sederhana namun berdampak.


Pada semester II-2025, Bank Rohil meluncurkan aplikasi Rohil Banking berbasis read only yang memungkinkan nasabah memantau saldo, mutasi, dan kewajiban kredit secara real time tanpa fitur transaksi. Inovasi ini dinilai meningkatkan transparansi sekaligus memitigasi potensi fraud.


Secara internal, perusahaan juga memperkuat fungsi legal dengan merekrut tenaga ahli hukum bersertifikat advokat guna mempercepat penyelesaian kredit bermasalah. Selain itu, sistem KPI berjenjang disertai mekanisme reward and punishment diterapkan untuk membangun budaya kerja profesional berbasis merit.


Kontribusi terhadap daerah turut meningkat. Target dividen minimal Rp4,5 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir pada 2025 diproyeksikan terlampaui menjadi sekitar Rp4,62 miliar (unaudited), atau naik sekitar 45 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini memperkuat posisi BPR sebagai salah satu sumber PAD yang berkelanjutan.


Ke depan, Bank Rohil menargetkan perluasan layanan melalui pembukaan kantor kas lintas wilayah Riau–Sumatera Utara yang telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank 2025, dengan target operasional pada semester II-2026.


Langkah ekspansi ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat di daerah yang belum terlayani optimal.


“Dengan pertumbuhan agresif namun terukur, perbaikan kualitas aset, serta penguatan tata kelola, manajemen optimistis kinerja 2025 menjadi fondasi bagi ekspansi yang sehat dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” tutup Kudri.


Editor : Redaksi

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done