Bedah kasus My.Id| MANDAU, BENGKALIS
Aktivitas angkutan cangkang dan Crude Palm Oil (CPO) diduga beroperasi secara leluasa di wilayah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sorotan tajam publik kini mengarah pada dugaan adanya praktik “upeti” kepada oknum aparat, bahkan nama Kapolsek Mandau ikut terseret dalam isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas keluar-masuk kendaraan bermuatan cangkang dan CPO disebut berlangsung nyaris tanpa hambatan. Sejumlah warga mengaku heran karena operasional tetap berjalan meski diduga tidak sepenuhnya memenuhi aspek perizinan dan tata kelola distribusi.
Sebuah rekaman GPS Map Camera yang beredar menunjukkan lokasi aktivitas berada di Jalan Lintas Sumatera, Sebangar, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, pada Selasa (24/02/2026) sore. Dalam rekaman tersebut terlihat akses jalan tanah dengan gerbang tertutup serta jejak kendaraan berat yang diduga kerap melintas mengangkut material.
Isu yang berkembang semakin menguat ketika muncul dugaan adanya setoran rutin atau “upeti” kepada oknum tertentu agar aktivitas tetap berjalan aman. Dugaan ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat institusi kepolisian memiliki mandat sebagai penegak hukum dan pengawas keamanan wilayah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Kapolsek Mandau terkait tudingan yang beredar. Masyarakat mendesak agar dilakukan audit menyeluruh dan investigasi transparan guna memastikan tidak ada penyalahgunaan kewenangan.
Pengamat kebijakan publik menilai, jika dugaan tersebut benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan persoalan integritas dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Masyarakat berharap Kapolres Bengkalis dan jajaran Polda Riau segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan internal serta memastikan supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Komitmen Transparansi dan Penegakan Hukum menjadi taruhan.
Jika terbukti ada praktik upeti, maka tindakan tegas harus diambil. Namun jika tudingan tidak benar, klarifikasi resmi perlu segera disampaikan untuk meredam spekulasi liar di tengah masyarakat.
Perkembangan kasus ini akan terus dipantau.
Editor : Redaksi
