Bedah kasus My.Id| Rokan Hilir – Penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2023 di Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kini disorot tajam. Sejumlah kegiatan pembangunan yang menyedot anggaran ratusan juta rupiah dipertanyakan kesesuaiannya di lapangan.
Data penggunaan Dana Desa 2023 mencatat sedikitnya ada lima kegiatan utama dengan nilai besar, yakni:
Rehabilitasi pelantaran beton Jalan Damai senilai Rp146,3 juta
Rehabilitasi pelantaran beton Jalan Garuda, Dusun 10 sebesar Rp168,4 juta
Pembangunan kandang kambing senilai Rp198 juta
Pembangunan kandang sapi senilai Rp199 juta
Pembangunan gedung posyandu Rp123,764 juta
Jika dijumlahkan, kelima kegiatan tersebut menelan anggaran lebih dari Rp800 juta. Namun, sejumlah informasi menyebutkan ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Bahkan, sebagian pembangunan disebut belum memberi manfaat nyata sebagaimana mestinya.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Penghulu Panipahan Darat Shofyar, S.Pd.I menegaskan bahwa seluruh kegiatan telah dilaksanakan. “Sudah saya kerjakan semua, dan insyaallah sudah dilaporkan di kabupaten,” ujarnya singkat.
Meski ada klaim penyelesaian dari penghulu, dugaan ketidaksesuaian tetap bergulir. Hingga kini belum tersedia dokumentasi terbuka yang dapat memastikan apakah laporan benar sejalan dengan kondisi fisik di lapangan.
Desakan agar aparat penegak hukum (APH) turun melakukan pemeriksaan pun semakin menguat. Audit menyeluruh dianggap penting untuk memastikan uang negara benar-benar digunakan sebagaimana mestinya. Publik kini menanti langkah berani APH: apakah dana ratusan juta itu benar-benar terpakai sesuai aturan atau hanya berhenti di atas kertas.
Editor : Redaksi
