Bedah kasus My.Id|Rokan Hilir – Jalan lintas kabupaten di Rokan Hilir kembali menelan korban. Seorang siswa SMK Negeri 1 Bangko terjatuh dari sepeda motornya saat pulang sekolah karena berusaha menghindari lubang jalan di Kecamatan Bagan Punak, Rabu (20/8/2025).
Kejadian ini berlangsung cepat. Korban yang masih mengenakan seragam sekolah mencoba mengelak dari lubang besar di badan jalan. Namun, akibat kondisi jalan yang tidak rata dan bergelombang, ia kehilangan kendali hingga terpental keras ke aspal. Tragis, bagian kepalanya pecah dan membuatnya kritis. Saat ini, korban menjalani perawatan intensif di RSUD Pratomo Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir.
Amarah Keluarga Meledak
Keluarga korban langsung menumpahkan amarahnya kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Mereka menilai pemerintah gagal menjaga keselamatan masyarakat karena membiarkan jalan lintas kabupaten rusak parah tanpa penanganan serius.
> “Anak kami jatuh bukan karena salah sendiri, tapi karena jalan lintas kabupaten yang rusak parah. Ini tanggung jawab pemimpin daerah. Jalan sudah lama dibiarkan, akhirnya anak sekolah jadi korban!” kata keluarga korban dengan nada geram.
Abang korban bahkan menyebut perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah hanya asal-asalan.
> “Jalan di kecamatan itu tidak rata, bergelombang karena hanya ditampal seadanya. Bukan diperbaiki total. Sekarang adik saya jadi korban. Jangan tunggu ada masyarakat lain yang mati baru sibuk memperbaiki,” tegasnya.
Keluhan Warga Tak Pernah Didengar
Kondisi jalan lintas kabupaten yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Rohil memang sudah lama dikeluhkan warga. Jalan penuh lubang, bergelombang, dan rawan kecelakaan. Ironisnya, setiap kali ada perbaikan, hasilnya tak bertahan lama karena hanya ditambal tanpa kualitas.
Seorang warga setempat yang sering melintasi jalur tersebut menyebut kecelakaan akibat jalan rusak sudah sering terjadi.
> “Kami sudah sering menyampaikan keluhan. Banyak yang jatuh, baik pelajar, ibu rumah tangga, maupun pengendara umum. Tapi pemerintah seperti tutup mata, seolah menunggu korban lebih banyak lagi,” ujar seorang warga.
Alarm Keras untuk Pemkab Rohil
Tragedi siswa SMKN 1 Bangko ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian pemerintah dalam membenahi infrastruktur bisa berujung maut. Warga menilai Pemkab Rohil lebih sibuk mengumbar janji politik daripada memastikan keselamatan masyarakat.
Aktivis muda di Rohil pun ikut angkat bicara. Menurutnya, kasus ini harus jadi momentum evaluasi besar-besaran.
> “Ini bukti nyata betapa buruknya manajemen pembangunan jalan di Rohil. Infrastruktur dasar saja tidak bisa diurus, sementara anggaran daerah setiap tahun habis digelontorkan. Harus ada tanggung jawab, jangan sampai nyawa rakyat jadi tumbal,” tegasnya.
Desakan Perbaikan Total
Kini warga mendesak agar pemerintah segera memperbaiki jalan lintas kabupaten dengan kualitas terbaik, bukan sekadar tambal sulam. Mereka menegaskan, keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada proyek politik jangka pendek.
Tragedi ini membuktikan bahwa jalan rusak bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, tapi sudah masuk ke ranah keselamatan jiwa. Jika pemerintah terus abai, korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu. (REDAKSI)
