Bedah kasus My.Id|ROKAN HILIR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hilir kembali jadi sorotan publik. Organisasi Gerakan Pemuda Peduli Marwah Rohil (GPPMR) menyatakan akan melaporkan BAZNAS Rohil ke Kejaksaan Negeri atas dugaan penyelewengan dana bantuan pengadaan sapi senilai lebih dari Rp2,5 miliar.
Dana tersebut dikucurkan untuk pengadaan 300 ekor sapi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan dhuafa. Namun, menurut GPPMR, program ini sarat masalah dan berpotensi merugikan umat.
Dalam rilis resminya, GPPMR mengungkap lima dugaan pelanggaran serius yang menjadi dasar laporan ke kejaksaan:
1. Bantuan Tidak Tepat Sasaran
Sapi tidak disalurkan kepada mustahik yang berhak, tapi justru diterima pihak yang tak memenuhi kriteria zakat.
2. Kolusi dengan Pihak Tertentu
GPPMR menduga adanya kerja sama tersembunyi antara BAZNAS dengan pihak ketiga seperti pengusaha, yang ikut menikmati hasil bantuan.
3. Minim Transparansi dan Akuntabilitas
Proses pengadaan, distribusi, dan pelaporan dana dianggap tertutup dan tidak bisa diakses publik.
4. Rekayasa Kelompok Penerima
Nama-nama kelompok ternak diduga direkayasa dengan campur tangan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan, yang legalitasnya dipertanyakan.
5. Oknum Pengurus Diduga Kuasai Bantuan
Dari 10 ekor sapi yang diberikan ke tiap kelompok, dua ekor di antaranya diduga ‘diamankan’ oleh oknum pengurus BAZNAS sendiri.
GPPMR juga mengungkap bahwa sebagian sapi bantuan diperjualbelikan oleh penerimanya, yang jelas menyalahi tujuan mulia zakat untuk memberdayakan ekonomi umat.
> “Kami tidak akan diam. Ini dana umat! Jangan dijadikan proyek bancakan. Kami mendesak Kejaksaan Negeri Rokan Hilir segera mengusut tuntas kasus ini,” tegas Ketua GPPMR dalam keterangannya.
GPPMR menuntut agar penyaluran dana zakat di Rokan Hilir kembali berpijak pada prinsip amanah, transparan, dan tepat sasaran, bukan untuk kepentingan elite atau kroni tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BAZNAS Rohil belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan atas dugaan tersebut.
(Redaksi)
