Bedah kasus My.Id| Rokan Hilir - Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Meski menelan anggaran mencapai Rp3,74 miliar lebih, kelanjutan pembangunan yang dimulai sejak tahun 2024 tersebut tak kunjung menunjukkan kejelasan, senin (09/6/2025).
Dengan anggaran sebesar itu, publik menilai seharusnya pembangunan sudah rampung dan fasilitas Labkesda bisa segera difungsikan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Namun hingga kini, progres pembangunan justru tak diketahui pasti sudah sejauh mana. Ketika awak media mencoba konfirmasi ke Kantor Dinkes Rohil, Kepala Dinas maupun Kepala Bidang terkait tak berada di tempat. Upaya konfirmasi lewat WhatsApp kepada pejabat terkait juga tak mendapat respons. Nomor yang dituju bahkan tak dapat dihubungi.
Minimnya informasi dari pihak Dinkes membuat proyek ini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga mempertanyakan transparansi pengelolaan dana publik, apalagi proyek ini menggunakan anggaran besar dari negara.
"Kalau sudah dimulai sejak 2024 dan anggarannya Rp3 miliar lebih, seharusnya sudah siap pakai. Jangan sampai uang negara terbuang sia-sia," ujar seorang warga Bagansiapiapi yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, bila ada indikasi kerugian negara, masyarakat siap membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
Proyek ini pun kini menjadi bahan perbincangan hangat di tengah publik. Diharapkan, pihak pelaksana kegiatan maupun Dinas Kesehatan Rokan Hilir segera memberi klarifikasi secara terbuka. Karena menyangkut dana publik, akuntabilitas dan keterbukaan informasi menjadi kewajiban yang tak bisa diabaikan.
