Kadisperindagsar dan Bupati Rohil Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Fokus Stabilisasi Harga Beras - BEDAH KASUS

Kamis, 04 September 2025

Kadisperindagsar dan Bupati Rohil Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Fokus Stabilisasi Harga Beras


Bedah kasus My.Id|ROKAN HILIR
– Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar (Disperindagsar) bersama Bupati Rokan Hilir, H. Bistaman, mengikuti rapat koordinasi (Rakor) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui zoom meeting, Kamis (4/9/2025). Rakor ini membahas pengendalian inflasi serta langkah strategis menstabilkan harga beras yang saat ini menjadi sorotan nasional.


Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah pusat akan mengambil langkah konkret untuk menekan kenaikan harga beras, khususnya di 214 kabupaten/kota yang tercatat harga berasnya telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).


“Pemerintah akan lebih aktif mengintervensi pasar, salah satunya melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras 10 kilogram untuk masyarakat,” ujar Tito.


Menurutnya, kebijakan intervensi pasar terbukti efektif. Hal ini terlihat dari semakin banyak daerah yang mulai mencatat penurunan harga beras meski sebelumnya sempat melonjak.


“Intervensi pasar adalah langkah taktis untuk mencegah kerawanan pangan. Namun, stabilitas harga dalam jangka panjang harus diimbangi dengan strategi peningkatan produksi di tingkat petani, termasuk dukungan bibit dan pupuk,” jelasnya.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras di Agustus 2025 masih naik di 214 kabupaten/kota. Meski demikian, inflasi beras secara bulanan tercatat mulai melandai di angka 0,73 persen, lebih rendah dibanding Juli 2025.


Menanggapi arahan tersebut, Bupati Rokan Hilir H. Bistaman menegaskan bahwa Pemkab Rohil berkomitmen mendukung program ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.


“Untuk kebutuhan pangan di Rohil, khususnya beras, pada Agustus hingga September masih stabil. Tidak ada kelangkaan, harga juga relatif terkendali. Ke depan, kami melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan terus mendorong peningkatan produksi padi lewat program optimalisasi lahan di sentra-sentra pertanian,” ujar H. Bistaman.


Dengan upaya bersama pemerintah pusat dan daerah, diharapkan harga beras tetap terkendali, ketersediaan pangan terjaga, serta inflasi tidak membebani masyarakat.


Editor : Redaksi

Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done