Bedah kasus My.Id|Rokan Hilir – Program bantuan rumah layak huni dari BAZNAS Provinsi Riau Tahun 2024 diduga bermasalah dan belum rampung. Proyek ini dikelola oleh Junaidi, SE, yang menjabat sebagai Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Rokan Hilir.
Dengan total anggaran sebesar Rp600 juta, program ini mencakup pembangunan 9 unit rumah layak huni dan 2 unit rumah rehab. Namun hingga saat ini, kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah rumah masih terbengkalai dan tidak selesai dikerjakan.
Tak hanya lamban, proyek ini juga diduga tidak dijalankan secara transparan. Nama-nama penerima bantuan tidak diumumkan ke publik, dan tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi pembangunan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya pengelolaan dana yang tidak terbuka dan rawan penyimpangan.
Seorang warga di sungai nyamuk kec.sinaboi yang berada di sekitar lokasi mengatakan bahwa pembangunan tersebut belum selesai ,Kami juga tidak tahu ini rumah bantuan untuk siapa,” ucapnya.
Minimnya keterbukaan informasi dan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek menimbulkan pertanyaan serius terhadap komitmen BAZNAS dalam menyalurkan dana umat secara adil dan akuntabel.
Hingga berita ini diterbitkan, Junaidi, SE selaku penanggung jawab proyek belum memberikan pernyataan resmi sebagai penanggung jawab rumah layak huni tesebut.
Masyarakat kini menanti langkah cepat dan tegas dari BAZNAS Provinsi Riau serta pihak terkait untuk mengevaluasi total proyek ini dan memastikan pertanggung jawaban atas penggunaan dana zakat yang diduga tidak tepat sasaran dan jauh dari harapan.(red)
